Pantai Belitung Relatif Aman Terhadap Tsunami

Kenapa article ini di tulis; karena begitu banyak orang bertanya bila ke Belitung bisa ada tsunami atau tidak? Untuk menjawab pertanyaan tersebut,dipandang perlu menurunkan tulisan ini. Agar tidak punya keraguan dan sekaligus sekelumit mengetahui bebeberapa aspek.

Dalam istilah ilmu geologi, kata lempeng berarti pembentukan permukaan bumi yang tersusun atas batuan yang tebal dan luas. Sementara kata ‘tektonik’ berasal dari bahasa latin yang berarti ‘membangun’. Teori tektonik lempeng menceritakan bahwa permukaan bumi tersusun atas beberapa lempeng [struktur dalam geologi]

Bahwa kejadian tsunami di Aceh pada tahun 2004 wisata pantai sempat menurun cukup significant, paket tour ke pantai hampir sebagian dibatalkan dipindahkan ke destinasi yang tidak mempunyai pantai. memory wisatawan terhadap tsunami kamudian secara bertahap mulai memudar, dan wisata ke pantai mulai menunjukan trend. tapi setelah terjadi tsunami di Palu, orang – orang di terpanggil ingatannya terhadap kejadian 2004, apalagi kini media di TV hampir tidak pernah putus dari menit ke menit ada berita tsunami dan sangat mengerikan, hal tersebut penting kiranya masyarakat pariwisata agar dapat memberikan keyakinan dan atau membangun dan memasarkan products wisata pantai untuk di pasarkan dan atau dipromosikan.

Tiga kejadian tsunami di Aceh, Pangandaran dan Palu membuat pariwisata Indonesia dirundung masalah yang berat  terkait dari dampaknya, karena Indonesia berada di daerah rawan gempa dan pantai yang terluas, sehingga Kementrian Pariwisata tidak sedikit harus menghabiskan dana untuk memberikan perhatian dan melakukan pencitraan kembali / recovery, serta melakukan langkah – langkah strategis  diantaranya; perlu mewartakan, bahwa berwisata di Indonesia teruma di pantai relative aman.  dan bahkan infrastruk yang telah di bangun rusak total.  sekali pun semua orang mengetahui bahwa tsunami adalah kejadian alam  atau fenomena alam.  Sebagaimana diketahui kalau kejadian Gunung Berapi sifatnya lebih locally, sedangkan bila tsunami dampaknya akan lebih luas dari pada kejadian Gunung Berapi, Pelaku pariwisata harus berami menjamin bahwa daerah pantainya aman dan butuh keberanian serta melakukan strategy mitigasi bencana yang baik melalui tsunami evacuation structure, dan tsunami directory evacuation. dengan memiliki structure management evacuation tersebut wisatawan akan tidak perlu merasa risau untuk berwisata di pantai Indonesia.

Kejadian di Palu terlihat pemerintah lebih cepat tanggap menghadapi tsunami di Palu baik diberbagai sisi, termasuk masalah evakuasi dan perhatian empati yang diberikan dari Pemerintah Pusat, tentu langkah ini adalah sangat positive.

Belitung Bukan Daerah Kawasan Rawan Gempa

Pulau Bangka Belitung bukan merupakan kawasan rawan gempa. Di Indonesia pulau yang tidak rawan gempa terdiri dari : Bangka Belitung, Riau dan Kalimantan. Mengapa? Karena daerah tersebut termasuk Lempeng Sunda.Kalau pun gempa ada paling berkisar 5.5, magnitude.Hal itu bisa dikatakan biasa, karena kawasan Indonesia termasuk dalam ‘Ring of Fire’ atau jalur gunung api yang berjajar dari Sabang, Filipina, Jepang, Kepulauan Aleutian, Amerika Serikat bagian barat, hingga Amerika Selatan bagian barat. Jadi, hal gempa sudah barang tentu sulit dihindari. Hanya khusus untuk pulau Belitung dari catatan data hampir tidak pernah terjadi gemba yang besar.

Bila mau dilihat dari kontur serta topografi Pantai Keramat di Manggar, bila terjadi tsunami mungkin tempat itu yang paling aman. Jika ada tsunami, manusia tinggal lari naik ke Samak yang tidak terlalu jauhdan mudah dicapai. Disana terdapat dataran yang cukup tinggi sehingga air tidak akan mampu menjangkau ketinggian Bukit Samak. Lain seperti Pantai Tanjung Kelayang, atau Tanjung Tinggi, karena dari pantai permukaan cukup mendatar sehinggakarena tidak terdapat perbukitan. Oleh karena itu perlu kiranya dibuatkan suatu tsunami evacuation structuresebagai sarana penyelamatan tsunami. Memperhatikan uraian diatas, dapat dikatakan Pantai di Pulau Belitung adalah salah satu pantai yang relatif aman terhindari dari tsunami.

Kalau terjadi tsunami itu mungkinkan tapi kecil kemungkinan

Karena sifat air tumpah tidak beraturan, bisa itu terjadi di laut Jawa. Tapi air dapat tumpah sampai ke Belitung. Bila sampai Belitung terjadi tsunami kemungkinan salah satu pulau pesisir pantai sudah akan tenggelam.  Salah satu indikator seperti candi di bekasi kerawang tenggelam [terjadi tenggelam apakah terjadi tsunami belum ada pembuktian dan atau penelitian].

Struktur Evakuasi Tsunami di Wilayah Pesisir

Tsunami di Palu baru saja berlalu dan menelan korban ribuan manusia, termasuk di Aceh. Indonesia wilayahnya memiliki pesisir pantai terlebar dan atau terluas. Pesisir pantai memiliki daya tarik manusia untuk berusaha, menetap dan atau berkunjung berwisata kesana.  Manusia yang hidup di kawasan yang rawan gemba maupun tsunami tentu tidak dapat diexodusuntuk mereka pindah.Hal itu sudah bagaikan hukum alam dengan kebutuhannya disebabkan ruang dan waktu.Alasan kenapa manusia memilih tempat tersebut untuk menetap dan tinggal disana, bahkan menjadikan kota serta kawasan wisata,kesemuanya dikarenakan adanya suatu potensi.  Oleh karena hal tersebut manusia yang berada di lokasi perlu lebih cerdas untuk menghadapi di suatu tempat yang disebut sebagai daerah memilikichallenges impact tapi mempunyai suatu value yang besar.

Wilayah pesisir pantai senantiasa memiliki daya tarik yang luar biasa baik dari segi ekonomi, seperti; nelayan, industri perikanan, transportasi laut, dan pariwisata, namun disisilain wilayah pesisir pantai rentan terhadap bencana alam terutama tsunami, terutama wilayahnya rentan terhadap gempa.

Bila getaran bumi hanya dirasakan disekitar permukaan dekat sumber gempa.Namun lain halnya dengan tsunami yang dapat menyeberang samudra hingga mencapai tepi benua lainnya. Itu karena sifat air yang mampu tertumpah kemana saja. Contoh di tahun 1960, gempa dengan magnitude 9.5 di Chili menyebabkan tsunami yang dampaknya sampai ke Hawai, Jepang, Filipina, Selandia Baru dan Kepulauan Aleutian. Begitu hebatnya air mampu mengimbas kewilayah-wilayah tersebut. yang jaraknya sampai 10.613,68km dari Chili ke Hawai, ke Jepang 17.091,42km, ke Selandia Baru 9.628,45km.Dapat dibayangkan pengaruh tsunami mampu sampai menempuh demikian jauh. Demikian juga gempa di tahun 2004 tsunami besar di Aceh gelombangnya mampu menyebar sampai hingga ke pesisir pantai Thailand, Malaysia, Srilangka dan India.

Early Warning Sangat diperlukan.

Hal ini kenapa dikomentari? Karena sudah banyak yang bertanya: jika wisata ke Belitung aman tidak? Karena wisata di Belitung pada umumnya pantai.Maka dapat dijawab relatif aman, sebagaimana yang diutarakan diatas

Penyelamatan Diri

Adalah sangat alami manusia bila melihat ada malapetaka seperti tsunami akan menyelamatkan diri dengan pergi ke lokasi yang lebih tinggi. Lokasi tersebut bisa bukit, gedung tinggi atau bahkan pohon yang berada di pantai. Tentu timbul suatu pertanyaan bagaimana jika untuk mencapai bukit diperlukan menempuh jarak yang cukup jauh, serta di pantai tersebut tidak tersedia gedung yang tinggi dan atau tidak bisa memanjat pohon kelapa. Tentu ini perlu dipikirkan oleh manusia bagaimana harus menyelamatkan manusia dan atau orang-orang yang sedang berwisata ke pantai tersebut. Tentu ini perlu dipikirkan bagaimana harus mengatasi hal tersebut sehingga dipandang perlu beberapa tenaga ahli menjawabnya. Untuk sementara dijawab dengan alat early warning detector yang dipasang dilaut, dimana alat tersebut juga sangat sukar diawasi dan diperlukan perawatan yang cukup mahal. Di Jepang sendiri para ahli structure dibidang arsitektur berusaha membuat gedung-gedung tahan gempa tapi kenyataannya kejadian tsunami di Jepang sebagian gedung – gedung juga ikut runtuh.

Penyediaan tsunami evacuation structure dipandang sangat perlu disediakan dan atau disiapkan, di kawasan pantai.Hal ini penting terutama bagi management pengelola pantai, dan bahkan pemerintah yang menarik restribusi masuk kesebuah tempat rekreasi pantai. Tapi nyatanya sarana evakuasi tidak tersedia. Tentu ini merupakan salah satu prinsip khususnya bagi pengelola dan atau pengembang sarana pantai.

Kenapa tsunami evacuation structure menjadi penting? Bila ini tidak tersedia, mungkin dikemudian hari akan menjadi masalah. Beberapa masalah yang berpotensi muncul adalah: karena asuransi tidak mau menggantidan karena tidak tersedia fasilitas penyelematan manusia.Perlu diketahui bahwa sebetulnya restribusi bukan merupakan pendapatan daerah [PAD]. Tapi hasil dari restribusi seharusnya dikembalikan 100% bagi sarana infrastruktur destinasi atau sarana lainnya yang menunjang terhadap pelayanan publik.

Pentingnya Geologi Dalam Pariwisata

Ketika pariwisata ingin dikaji melalui suatu studi akademik?Telah dibahas dan ditinjau dari berbagai sisi, termasuk ilmu geologi yang di-gland dengan pengetahuan kepariwisataan yang kemudian menjadi suatu anatomi keilmuan dibidang pariwata, menjadi masalah bidang geologi yang diorientasikan ke pariwisata. Dari sisi geologi,hal itu telah dibahas oleh beberapa tenaga akhli geologi, termasuk dari aspek batu – batuan, tim dibentuk terdiri dari Ir. Soewarno, Prof Dr. Fachrul Azis meninjau dari aspek paleontologi, Ir. Sabar dari aspek StructuralGeology, Alm. Dr. Terry dari Geochemistry, Dr. Cipto dari sisi Sosiology dan Dr. Tatty dari Aspek Antropology, dan beberapa ahlivulkanologi, Dr. Khodari aspek Speleology, Ir. Doddy RTK meninjau dari aspek Architecture, dan kemudian seorang Geologist muda berbakat Ir. Yudi yang mempunyai kepedulian terhadap pariwisata. Kini,para ahli geologi juga telah mulai turun gunung atau berpaling mengkaji berbagai Geopark.Hal ini tidak semata – mata ahli geologi hanya berbicara tentang pertambangan, seperti dahulu kalau disebut sebagai seorang ahli geologi orientasi berfikirnyamasih berprofesinya sebagai orang tambang. Mereka sekarang telah terjun ke dunia pariwista seperti mengkaji Geopark di Belitung dan Ciletuh di Jawa Barat.

Sekalipun kajian yang telah dihasilkan sering menjadi tantangan dari dunia / masyarakat pariwisata, karena selama ini pariwisata lebih mengutamakan pada geography ketimbang aspek – aspek geologi, ekologi yang diorientasikan ke dalam bidang disiplin pariwisata. Tapi kemudian materi – materi tersebut diambil dan dilakukan penelitian dibuat suatu produk wisata diantaranya adalah fosil hunting tour, dibahas di Nihon dan Kyoto University yang ditinjau dari aspek paleontology, kemudian diseminarkan dengan tema seminar Hominid and Verbitaliet mengambil lapang di Sangiran dan Sidolaren, serta memerkan fossil kerbau di Jepang.

Memperhatikan dari berbagai kajian tersebut, tentu masalah yang selama ini orang – orang studi dibidang pariwisata jarang sekali menyinggung tentang pembangunan kawasan wisata.Orang – orang pariwisata bahkan hampir tidak pernah dilibatkan. Hal ini karena dipikir orang – orang studi tentang kepariwisata tidak mengerti tentang aspek – aspek arsitektur, planologi serta geologi.

Apakah Masalah Struktur Perlu dibahas?

Mengungkapkan kecepatan gelombang tsunami tergantung pada kedalaman laut di sekitar pusat gempa. Potensial dan tanda serta waktu sangat tergantung kedalaman laut yang mempengaruhi besarnya gelombang tsunami ke daratan. “Semakin dalam pusat gempanya, maka kecepatan tsunami semakin cepat dan besar”.Jika kedalaman gempa dangkal, maka kekuatan gelombang tsunami juga tidak akan besar. Memperhatikan kondisi saat ini yang telah terjadi umumnya lebih dari satu jam sejak terjadinya gempa dan sampai saat ini belum ada laporan tentang tsunami menunjukkan kondisi aman.

Dengan berbagai kejadian terutama masalah gempa dan tsunami, terusik ingin mengkontribusi pemikiran dari sisi pariwisata dan bagaimana harus mengevakuasi terhadap wisatawan atau orang – orang yang ketika itu sedang berada di pantai.

Hal ini menyadarkan kita akan pentingnya suatu struktur evakuasi di wilayah pesisir. Struktur tersebut tentunya perlu dibangun di wilayah pesisir sebagai perlindungan sementara hingga gelombang laut surut. Tentunya rancang bangun struktur harus memenuhi beberapa syarat. Syarat minimal adalah:

  1. Kuat terhadap guncangan gempa;
  2. Tahan terhadap serbuan air kecepatan tinggi (tsunami);
  3. Menyimpan peralatan survival;
  4. Berfungsi guna ganda, contohnya sebagai tempat evakuasi dan business;
  5. Memiliki nilai artistik yang menyatu dengan lingkungan sekitarnya.Pembangunan struktur ini pun haruslah terdapat di beberapa lokasi di wilayah pesisir sehingga dapat mengakomodir sejumlah penyintas. Tentu saja rancang bangun struktur ini memerlukan studi dari berbagai segi, namun dengan tujuan yang sama: untuk menyelamatkan jiwa manusia.

Kata structure mempunyai tiga tinjauan. Kata structure berbeda arti dari sisi geologi, berbeda pula dari arsitektur, dan dari aspek management.Masalah yang disampaikan ditulisan ini;structure ditinjau dari sisi arsitektur, teknik sipil dan management flow trackatau evacuation structureyang merupakan penyelamatan dan pengaturan rute atau bangunan.

Masalah structure penting kita bahas dengan serius dan kita pahami konsekuensinya, karena ini menyangkut jiwa manusia. Tidak peduli apakah mereka anak kecil atau orang tua, pejabat atau pekerja kasar, suku jawa atau suku dayak, muslim atau non-muslim, mereka semua memiliki hak untuk hidup terhindar dari bencana.

Indonesia, sebagai negara tropis dan negara kepulauan, tentu dikaruniai dengan garis pantai yang menakjubkan, dan sungguh melenakan. Pantai menawan membentang dari Sabang sampai Merauke. Sungguh hanya beberapa pantai saja yang sudah terkenal dan menjadi tujuan wisata mancanegera. Namun pantai rawan tsunami pun juga membentang menemani wilayah tersebut. Jadi, apabila banyak wisatawan mancanegara yang bermain di pantai kita, dan mereka yang turut jadi korban tsunami, niscaya issue-nya akan menjadi international issue. Sungguh dengan adanya structure tersebut di pantai tujuan wisata kita, maka kita menunjukkan branding atau menjadi trendsetter bahwa kita siap menghadapi tsunami, dan bahwa tsunami bukanlah ancaman namun justru suatu future tourist attraction.

Berapapun mahalnya structure tersebut, bagaimanapun sulitnya membangunnya, betapapun sulitnya menata ulang wilayah untuk keberadaan structure, tetaplah perlu diupayakan,agar kita dapat hidup selaras dengan alam.

Tourism has subject-matter and focus of interest. The concludes subject-matter of tourism is the tour as the holistic system. The focus of interest is the attraction. It means, tourism-related professional views the social or natural phenomena as the tourist attraction which has potential to evoke or to improve the tour as a system. The system itself is composed of many components, such as tourism goods and services, socio cultural fabric, and host-guest relatio. Also conclude that tourism scope captures feature and integrates it with industries. Next, the integrated feature transforms to be a tourism product. The processes itself include tourism planning and development. Thus, tourism profession is similar with a business planner or an industrial engineer, a profession behind the stage”. [ NCLL ] buku : tourism geology is not geo tourism

Share with:


Teamwork makes the dream work, but a vision becomes a nightmare when the leader has a big dream and a bad team.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Contact Us

Give us a call or fill in the form below and we will contact you. We endeavor to answer all inquiries within 24 hours on business days.
Please enable JavaScript in your browser to complete this form.
Translate »