Belitung Siap Menyambut Open Border Wisata dan Step to Reborn

Apakah Belitung telah siap menyambut open border. Rabu tanggal: 22 September 2021 berangkat ke Belitung sekaligus ingin mengetahui sampai sejauhmana Belitung siap menghadapi open border setelah PPKM baik terhadap wisatawan domestic maupun international tourist visitor

Airport Soekarno Hatta

Melalui Airport Cengkareng flight menuju Tanjung Pandan ternyata di Airport Cengkareng sudah penuh orang ingin melakukan perjalan dari terminal 2 D. setelah PPKM dilonggarkan ternyata berkeingian melakukan perjalan mulai terlihat, Ketika tiba di Airport Cengkarang terlihat sejumlah orang di pintu pengecekan / scanning melalui program digital Peduli Lingdung.  Di tempat scanning numpuk orang – orang karena sebagian tidak tahu bagaimana caranya. Ada yang error Ketika di scan dinyatakan tidak layak terbang, lalu ganti secara manual mengetik no NIK keluarnya juga dinyatakan tidak layak terbang akhirnya baru ke counter manual di verification dilakukan secara manual; memperlihatkan certificate vaccine yang tertera di Peduli lindung dan surat hasil PCR, baik secara digital maupun hard copy yang dikeluarkan dari Laboratorium, kemudian dinyatakan layak terbang lalu di cap Certificate PCR / antigen dan memperlihatkan bukti Vaccine lalu diperkenankan untuk ke counter check in. semuanya berjalan dengan cepat dan petugas melaksanakan dengan cukup cekatan.

Tepat jam 07 terdengar announcement di waiting lounge agar seluruh passenger menuju Tanjung Pandan Belitung; untuk dapat segera boarding ke pesawat untuk diberangkatkan. Dalam pesawat ternyata juga sudah tidak ada physical distancing dalam pesawat, kemudia sayup – sayup pramugari mengumumkan bahwa pesawat ini lengkapi dan atau dipasang HEPA [ High-Efficiency Particulate Air ] sebuah alat filter udara yang dinyatakan mampu membunuh virus system ini di klim mampu menciptakan udara bersih dalam kabin pesawat serta mengingatkan agar seluruh penumpang mengenakan masker selama penerbangan dan pesawatnya secara berkala di semprot disinfectant.

Penerbangan dari Jakarta ke Tanjung Pandan ditempuh hanya selama 50 menit terbang. dan terlihat seluruh penumpang mempergunakan masker selama penerbangan. Akhirnya suara lembut merdu Kembali terdengar dari pramugari menyampaikan; bahwa pesawat beberapa saat lagi akan tiba di Airport International H.A.S. Hanandjoeddin  Tanjung Pandan Belitung. Wah keren dan bangga juga bahwa airport di Tanjung Pandan sudah berstatus Airport International yang berarti airport ini dapat di hinggapi penerbangan dari manca negara secara direct. Kemudian tak berapa lama tidak terasa pesawat mulus landing di airport International H.A.S. Hanandjoeddin Tanjung Pandan Belitung, Kembali suara merdu pramugari mengumandangkan agar para penumpang dapat turun dengan teratur dan menjaga jarak [ physical distancing ]. Airport ini  dibangun sejak masa penjajahan Jepang yang dulu Namanya Airport Bulutumbang.  Setiba di Airport Tanjung Pandan Kembali terjadi penumpukan karena Sebagian besar para penumpang tidak cukup bersahabat mempergunakan Peduli Lindung, sehingga ada yang harus menulis secara manual dan ada yang harus mengisi bukti ketibaan.  Ya semuanya karena system ini masih baru mengganti eHag, ya memang segara yang baru itu perlu melalui suatu proses, nature change need a process karena belum bersahabat.

Setelah proses check out dilalui termasuk pengambilan begasi lalu keluar rekan Tomy telah menjemput; beliau adalah sebagai Ketua PP Pemuda Pancasila Kabupaten Belitung serta Chairman Representative ETSDC Belitung. Kami berdua langsung menuju ke KV SENANG yang konon sejak tahun 1922 sudah ada. yang biasa dipergunakan sebagai sebagai meeting point dan nongkrong bagi banyak orang, tempat ini juga kita sering terlihat wisatawan asing duduk dan minum kopi disana,

KV SENANG Tempat Penuh Kenangan

KV Senang dari dulu sudah menjadi tempat nongkrong, kalua dulu terletak dibelakang kini berada di depan, tempat ini mulai orang ngalampun [ sarapan pagi ] tea afternoon bahkan santap siang maupun malam. Tempat ini terasa hangat antar bagi pengunjung, sekalipun warung kopi yang ada hanya beralaskan korsi kayu dan meja tua; tapi semuanya saling sapa tidak mengenal suku dan agama latar belakang profesi Bos atau buruh sama saja, pada umumnya semua yang hadir saling bertegur sapah, berkelakar [ ngobrol ] dan minum kopi, dan bahkan baru – baru ini Menteri Pariwisata Sandiago Uno pun pernah ngopi di tempat ini.

Adalah; the famous local gastronomic yaitu Mie Belitong and Black Coffee one of favourite breakfast menu Pulau Belitung. Lokasinya KV Senang pas di Nol Kilo Meter dan tugu Satam persis di depan het hoofkantoor de Tandjong Pandan yang didirikan sejak tahun 1926. Kalua di Padang ada Jam Gadang, di London ada Big Band Clock London di Belitung ditengah kota juga terdapat sebuah jam het hoofkantoor de Tandjong Pandan. KV Senang dari dulu tempat culinary untuk orang datang ngelampun / breakfast kata orang Belitung.   Setiba di KV Senang tentu menu pertama di pilih adalah; the famous local gastronomic yaitu Mie Belitong and Black Coffee one of favourite breakfast menu Pulau Belitung.

Keberadaannya KV Senang sudah dikenal sejak tahun 1922 pada masa Hindia. Setelah mengamati sekelilingnya teringat masih ada  peninggal sebuah puisi Belanda yang berjudul Maar Allen Hebben Zij Geleefd [ tapi semua mereka hidup ], dimana Ketika perintis membangun pulau ini dan setelah mereka meninggal daerahnya, tiada semua yang dibangun dan dirintis akan bersamanya tapi mereka semua hidup. Demikian kira2 sairnya dalam Bahasa Belanda.  Nah demikian tempat seperti KV Senang, het hoofkantoor walaupun fungsinya telah berubah, tapi raup suasana KV Senang masih terasa. dan tertinggal.

Setelah meneguk secangkir kopi dan melahap Mie Belitong tiba – tiba mata memandang yang tidak lazim yang berada di KV Senang yaitu ada sebuah kedai yang cukup representative dan kekinian dengan sign board tertulis Cincau di dirikan sejak tahun 1951. Membuat saya ingin mencobanya, karena cincau merupakan salah satu minuman favourite bagi orang-orang Belitung, apalagi di bulan puasa cincau menjadi favourite bagian yang harus ada untuk berbuka puasa. Untuk pulau Belitung lebih dikenal dengan cincau hitam [ family Labiatae ], sedangkan bila di Betawi dan Bandung lebih popular cincau hijau ( Cyclea barbata miers ) termasuk dalam family Menispermaceae bentuknya seperti gel atau ager

Setelah dari KV Senang kami menuju ke Hotel dan melihat kesiapan hotel terutama masalah CHSE, dapat di katakana hotel – hotel di Belitung sudah menjalankan CHSE [ Clean Health Save and Environment ] serta operationalnya pelaksanaannya.

Courtesy Visit     

CSore hari berkesempatan melakukan courtesy visit di kantor dinas Pemda Kabupaten Belitung menemui Bupati Belitung Sahani Saleh S.Son yang diterma langsung oleh bapak Bupati. Kunjungan tersebut sekaligus untuk mengetahui sampai sejauh mana rencana dan pelaksana menghadapi situasi pariwisata dimasa Covid 19 dan antisipasi Pemerintah Daerah mempersiapkan diri guna melakukan recovery  pariwisata Belitung yang juga terdampak kondisi pandemic COVID 19, minimal mampu mengembalikan seperti pada tahun 2019.t   

Pemda Belitung telah membuat berbagai program agar Pariwisata Belitung dapat melakukan recover pariwisata Belitung diantaranya adalah telah dilakukan Vaccine yang ditargetkan; 1 Pemerintah Daerah terus menerus mengkontrol dan mengawasi kondisi dan penyebaran Covid di seluruh wilayah Belitung agar sampai kondisi Covid 19 merendah dan atau terhindarkan. 2. dalam waktu dekat mampu mencapai 70% masyarakat Belitung telah di Vaccine. 3. Memperhatikan aspek CHSE dan mengharapkan sosial displin dari tourism stakeholder melakukan CHSE protocol di distinasi dan tempat usahanya. 4. Secara terus menerus mengencarkan certifikasi CHSE di kalangan usaha pariwisata serta distinasi wisata. 5. Secara terus menerus berusaha meningkat qualitas product wisata terutama dari product communities / UMKM 6. Qualitas pelayanan dan kebersihan 7. Meningkatkan kemampuan SDM pariwisata mengenal Digital, serta segudang agenda yang telah disiapkan oleh Pemerintah daerah untuk dapat melakukan revitalisasi pariwisata Belitung

Setelah mendapat penjelasan dari Bupati, ternyata Pemerintah Daerah Belitung cukup siap dengan serangkaian program dan langkah yang telah dipersiapkan diantaranya adanya elaborasi antar Executive, Legislative, Judicative serta Masyarakat terutama peran social discipline untuk menjalankan tata laksana terhadap pencegahan penularan COVID 19 dan menjadikan Belitung sebagai Vaccine Island and green clear zone free from Covid 19. Belitung telah mempersiapkan segala kebutuhan untuk masalah Covid 19 diantara yang telah dipersiapkan; adalah rumah sakit, tempat karantina, oxygen, Laboratorium semuanya telah dipersiapkan, sehingga masyarakat aman terlindungi dan wisatawan terasa aman bila berkunjung ke Belitung, Belitung dalam waktu dekat diharapkan telah mampu melaksanakan program sebagai smart island yang telah di dicanangkan. Sebagai lanjutan pertemuan esok hari diadakan pertemuan dan diskusi Bersama SKPD terkait yang dihadiri juga oleh Bupati, dan Sekda Kabupaten Belitung. H MZ Hendra Caya SE MSi

Share with:

FacebookTwitterGoogleTumblrStumbleUponLinkedInPinterestDigg


Categories

About the Author:

Teamwork makes the dream work, but a vision becomes a nightmare when the leader has a big dream and a bad team.

Leave a Reply

Translate »