FTPI Belitung Cycling & Fun

Forum Travel partner Indonesia goes Belitung

Dunia kini sedang menghadapi suatu suasana yang menakutkan. Suasana COVID 19 membuat manusia menjadi bingung untuk melakukan perjalan wisata, sana sini tertutup bagi mereka untuk melakukan perjalanan, sedangkan manusia membutuhkan hal itu dalam kehidupannya. Memilih mengurungkan diri selama sekian bulan, tentu manusia akan menjadi kehilangan suatu bodies control dan stability, manusia perlu melakukan berinterakasi dengan alam.

Kabupaten Belitung memiliki aneka ragam destinasi dan daya tarik wisata baik alam dan budaya, yang tertebar di berbagai kecamatan termasuk daya tarik wisata; geology tourism, historical, baik peninggalan ethnohistorical atau heritage peninggalan Hindia Belanda. Keindahan alam pantai terdapat di Kecamatan Sijuk, seperti Tanjung Kelayang, Tanjung Tinggi, Selat Nasi dengan panorama keindahan alam dan formasi batu – batuan granit tertebar menghiasi pantai di Kabupaten Belitung, wisata pulau seperti Pulau Langkuas dengan peninggalan mercusuar / light house yang dibangun sejak tahun 1882 di bangun sejak zaman colonial sampai kini masih terawat dengan baik. Tentu tak ketinggalan yaitu Pulau Leebong sebagai private island yang kini menjadi primadona bagi wisatawan yang berkeinginan beristirahat dan bersantai dengan alam pesona pantai dengan pasir putih yang terbentang disepanjang pinggir pantai dan rain forest tree yang terdapat di pulau Leebong.

Pada tanggal 27 sd 29 November 2020 Forum Travel Partner Indonesia [ FTPI ] melakukan explore di Belitung yang dikoordinasi oleh Madina Iman Wisata [ MIW ] melakukan sport and entertainment dengan mempergunakan sepeda Brampton mencoba menantang alam jalan di Belitung, disampaikan mereka “ Jalan Bagus Tanjakan Menantang “ demikian komentar mereka.

Pemda Kabupaten Belitung Memilih Pariwisata Sebagai Program Pembangunan

Peserta sebanyak 34 orang, kehadiran FTPI di Belitung pada malam pertama langsung disambut Bupati H. Sahani Saleh, S.Sos didampingi Sekda Kabupaten Belitung; MZ Hendra Caya, SE, M.Si serta Assisten I; Ir. Hermanto dan Kepala Dinas Pariwisata Kota Tanjung Pandan; Drs. Jasagung Hariyadi MSi. dengan acara Welcome Dinner dan melakukan dialog dengan Pemerintah daerah terhadap what challenges impact and value of paradigms present and next decade of tourism Belitung, before and after covid 19. Kegiatan FTPI mengunjungi Pulau Belitung Bersepeda dipimpin langsung oleh Ketua – Didik Ariyanto dan Sekertaris – Saiful. Malam itu Ketua dan Sekertaris FTPI menyampaikan akan membuat Belitung travel series agar dapat mendatangkan kunjungan wisatawan baik wisman atau wisnus. Sedangkan dalam sambutan Bupati Belitung menyampaikan tentang potensi pariwisata Belitung dan security and safety factor di guarantee oleh Beliau.

jamuan makan malam bersama Pemkab Belitung

Pemerintah Daerah Babel mendapatkan penghagaan Top Inovasi Pelayanan Publik terhadap Penangan Covid 19 dari Kementerian Pendayaagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi [ Kemenpan RB ]. Semua operator distinasi pariwista mulai dari Restaurant, Hotel, Transportation [ land or air plane ], Resort, and other Supply Tourism Products.

Tour Operators yang melakukan ground handling melakukan well inspection sebelum menjalankan kegiatannya baik terhadap peserta / participants maupun ground operator. semuanya menjalankan Health Protocol sebagaimana yang ditetapkan. Hal tersebut dirasakan langsung oleh seluruh peserta, sehingga peserta merasa aman baik yang mengikuti program dan juga tempat yang dikunjungi.

Pentingnya Manusia Mengenal dan Berinteraksi Dengan Alam

Bila kita pernah membaca buku berjudul Collapse seorang akhli geografis, biokimia dan fisiologi dari Univesitas California ditulis oleh Profesor Jarel Diamond 2005, yang telah menguraikan bagaimana dampak dahsiatnya alam terhadap kehidupan dan perubahan di tinjau dari fisiologi, biofisika, ornitologi lingkungan dan sejarah ekologi, geografi dan biologi evolusi. Dimana runtuhnya peradaban masa lalu dikarenakan manusia mengabaikan hubungan manusia dengan alam semestanya.

Dengan bersepeda mengelilingi Belitung kita dapat melihat suatu peradaban masyarakat modern yang karena masalah lingkungan sebagaimana terjadi selama berabad lamanya di Pulau Belitung yang telah mengexplorasi alam dan kini Pemerintah Daerah bersama masyarakat sedang berusaha keras menjaga dan mencegah terhadap explorasi Alam yang telah berabad di lakukan. Dan memilih pariwisata sebagai orientasi kehidup mereka dan menjaga lingkung agar alam Belitung tidak akan di rusak di masa yang akan datang, seperti kehancuran diberbagai belahan dunia seperti kisah di Montana – Amerika, sambil bersepeda dapat membayangkan bagaimana peradaban pada masa silam bila berhadapan dengan masalah lingkungan.

Beristirahat di Tanjung Tinggi sambil menikmati panorama Belitung yang memukau

Seluruh peserta bersepeda kini mulai dapat menikmati indahnya alam dan lingkungannya yang bersih dengan jalan yang mulus kiri kanan tumbuh pepohonan hijau sepanjang jalan udara nan bersih sungguh dapat dinikmati oleh peserta, termasuk melalui panorama pantai dengan pasir putihnya dan batu – granit yang terbentang di tepi pantai Tanjung Tinggi, kesemuanya peserta dapat menikmati keindah alam Belitung yang diakui oleh peserta dapat menikmati kegiatan ini di Belitung.

Dengan Kabupaten Belitung mengambil langkah dan menjadikan pariwisata sebagai secondary income, tentu kesemuanya telah dipelajari jauh hari dan tidak ingin alam Belitung rusak dengan detail satu persatu peradaban masyarakat masa lalu keruntuhannya yang dialami pasca timah. Dan ini juga terjadi berbagai belahan dunia seperti keruntuhan Pulau Paskah, Pulau Pitcairn, Herson [ sebagai Gususan Pulau di Polinesia Timur ] masyarakat Amerika Anasazi di Amerikan Serikat Barat daya peradaban masyarakat Maya termasuk masyarakat prasejarah Nors di Tanah Hijau [ Greenland ]. Keruntuhan tersebut disebabkan ketidak pedulian manusia terhadapa alamnya.

Dengan kebijakan Pemerintah Kabupaten Belitung pembangunan yang Orientasi ke sektor Pariwisata tentu diharapkan dapat mengatasi terhadap keruntuhan dan kehancuran alam seperti yang dilakukan keberhasilan masarakat Jepang Era Tokugawa, Eslandia.

Selama 3 Hari 2 Malam semua peserta merasa puas dan menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Daerah dan masyarakat Belitung begitu peduli terhadap kehadiran Forum Travel Partner Indonesia. Mengakhiri acara Bike semua peserta beristirahat di Pulau Leebong, dengan hidangan Gala Dinner Seafood Barbeque disampaikan oleh Ketua FTPI Belitung is amazing destination very unforgettable, sebagai ketua Bike Selamet mengatakan saya telah bersepeda kemana – mana tapi bersepeda di Belitung sungguh luar biasa alam nan indah jalan yang mulus dan menantang, kini baru terasa bersepeda dan pasti akan kembali lagi.

Kegiatan ini terlaksana atas kerjasama antara:

My Journey Indonesia, Forum Travel Partner Indonesia, Garuda Indonesia, Madina Iman Wisata dan didukung oleh Pemerintah Kabupaten Belitung, IHGMA (Indonesian Hotel General Manager Association), dan Belitung Folding Bike

Share with:

FacebookTwitterGoogleTumblrStumbleUponLinkedInPinterestDigg


Categories

About the Author:

Teamwork makes the dream work, but a vision becomes a nightmare when the leader has a big dream and a bad team.

Leave a Reply

Translate »