King of Sisingamangaraja is The King of Empyreal Not With Monarchy System

Is the long way to Produce Dokudrama the heroes of The King Sisingamaraja

Tak terasa setahun sudah lalu ADFA [Adventure Documentary Festival Academic ] menelusuri tentang the secret of Heroes history Raja Sisingamangaraja XII van de “Koning Aller Bataks”  [Raja dari semua orang Batak]. 

Setelah berkali – kali melakukan pertemuan yang difasilitasi oleh bapak Bridjen TNI [ Purn ] Trida H. Sinambela membahas kedua Subject materi Nomenson dan Raja Sisingamangaraja Dengan bermodalkan narasi yang dikontribusikan oleh Brigjen TNI (Purn) Tarida H. Sinambela berangkat menuju Sumatera Utara melalui Pelabuhan Udara Silangit, menginap semalam di Dolog Sanggul  untuk menginventarisasi dan meninjau langsung situs – situs peninggalan Raja Sisingamangaraja untuk mencari benang merah yang kemungkinan dapat di angkat ke dalam suatu berbentuk film atau dokumentasi.

Pada awal kunjungan dan program yang direncanakan termasuk Nommensen, sehingga 4 hari 3 malam rombongan yang terdiri dari 5 orang dari Jakarta dan 3 orang dari Medan, ke 4 orang berangkat dari Jakarta ketika itu adalah Sdr. Astrid, Sihar, Erik, dan Hendarmin serta Mayor Jenderal Sinambela sekaligus sebagai Chief de Mission dari robongan.

Sekembali dari kunjungan dan explorasi situs – situs peninggalan termasuk makam, tugu perjuangan Raja Sisingamaraja, pertemuan dengan keluarga dari keturunan Raja Sisingamangaraja, pertemuan diadakan di STIKES  Medan sebagai penutupan kegiatan explorasi awal yang dibawa ke Jakarta untuk di bahasa.

Setelah di Jakarta ADFA membentuk team untuk membahas hasil explorasi yang telah dilakukan dan berkali – kali pertemuan alhasi diputuskan bahwa tentang kisah perjuangan Raja Sisingamangaraja dipandang telah ideal bila diangkat terlebih dahulu.

Untuk mewujudkan rencana lanjut tentang kisah perjuang Raja Sisingamangaraja diperlukan melakukan langkah – langkah yang tepat, mengingat masalahnya ini tentang kisah Raja Sisingamangaraja bukanlah suatu dongeng tetapi merupakan suatu true story diperlukan kehati – hatian dalam menggali dan mengangkat baik dalam buku, novel, documentary atau film layar lebar  bahkan dalam bentuk digital yang kemudian dapat kemudian menjadi acuan untuk kepentingan yang lebih luas.

Pemeran : Simson Sinambela, Taja Tonggo Sinambela dan Wilda Octaviana Situngkir (Putri indonesia 2018)

ADFA dengan keterbatasannya berusaha melakukan penyusunan suatu konsep dan proposal yang kemudian sebagai acuan program, pos, alternative yang perlu dipersiapkan untuk ditindak lanjuti kedalam perwujudan menjadi suatu kegiatan dan creative.

Dari resources yang di dapat dan memperhatikan dari seluruh aspect resources yang ADFA mencoba memperhatikan activitas apa saja yang terdapat dalam resources yang telah d idapat dan memperhatikan hal – hal situasi yang ada dalam resources dan activitas dan kemudian menjadi event yang tepat untuk dilakukan,  untuk sampai menuju menjadi kreangka event tentu team ADFA bersaha membangun reaction event dan menghimpun berbagai experience yang bisa di dapat, baik dalam bentuk referensi, maupun ingatan dari berbagai pihat, tentu melalui suatu wawancara. Setelah berhasil menghimpun seluruh masukan ADFA melakukan deeper understanding tentang seluruh resources dengan self place  visit yang telah dilakukan dan person contact untuk mendapatkan bahan sebanyak – banyaknya, karena mengenai Raja Sisingamangaraja mempunyai suatu story yang panjang mulai dari Sisingamangaraja I sampai ke XII belum laku asal – usul orang dan demografi tetang orang Batak. Terutama tentang the tree of Sisingamangaraja / Batak Prosporous Kindom dan Batak yang begitu complicated untuk menstrukuritas kemudian dijadikan menjadi suatu concept.

Untuk menuju terwujudnya program yang kini sedang dilaksanakan yaitu dengan concept DOKUDRAMA [ Dokumen dan Drama ] terlebih dahulu ADFA menyelenggarakan FGD membahas terhadap rencana kegiatan, kemudian dilanjutakan penyelenggaraan seminar melalui Seresehan yang diselenggarakan di Museum Pusat Jakata. Dari hasil serehan tersebutlah akhirnya DOKUDRAMA ini dapat diwujudkan setelah mendapatkan persetujan dan dukungan dari Kementerian dan Kebudayaan RI itu pun melalui bebagai pertemuan dan menyampaikan concept yang telah disusun oleh ADFA.

Dokurama ini didukung berbagai pihak diantaranya adalah kerjasama ADFA bersama DPP Pomparen Keluarga Siraja Oloan dan Scripter Astryd DS, Erick Brande, sedangkan Document Contain di dukung oleh Bridjen TNI [ Purn ] TH. Sinambelan, Haposan Bakaran DPP Siraja Oloan, Iman B Situmorang, Maria br Simanulang  Di Sutradarai oleh : Adrianto Sinaga. Production oleh : ADFA dan DPP Keluarga Poraran  Si Raja Oloan

Kini pembuatan DOKUDRAMA sedang berlangsung yang diadadakan dari tanggal 18 yang berakhir sampai dengan 30 September 2020 total waktu yang dipergunakan selama 21 hari termasuk shooting di Jakarta, Aceh, Padang, with high divination film durasi 60 menit dengan filler 2 menit.  Selamat menanti hasil tayangan DOKUDRAMA yang secepatnya akan ditayangkan.

Share with:

FacebookTwitterGoogleTumblrStumbleUponLinkedInPinterestDigg


Categories

About the Author:

Teamwork makes the dream work, but a vision becomes a nightmare when the leader has a big dream and a bad team.

Leave a Reply