Kementrian Pariwisata Bersama Garuda Indonesia Membuat Sejarah Baru

Pariwisata Belitung kian mengiliat berkat bantuan dan dukungan dari Kementrian serta peran masyarakat dan stakeholder pariwisata, pada tanggal 26 September 2018 Kementerian Pariwisata telah melakukan Rapat Koordinasi dalam rangka penerbangan regular Garuda Indonesia dari Singapore – Tanjung Pandan – Singapore [ SIN – TJQ – SIN ]. Setelah Belitung ditetapkan sebagai Kawasan Strategies Nasional dari 88 Kawasan Se Indonesia berdasarkan Peraturan Pemerintah Daerah Republik Indoensia No 50 Tahun 2011 Tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataaan Nasional 2010 – 2015. Pulau Belitung terus membenah diri ke arah pembangan di Bidang Pariwisata. dan  Pemerintah telah menetapkan 10 destinasi wisata yang menjadi prioritas pengembangan pada 2016.  Pembangunan wilayah pariwisata ini ditargetkan mampu mendongkrak devisa negara dari sektor pariwisata menjadi US$ 20 miliar dalam lima tahun mendatang, dari saat ini yang berkisar US$ 10 miliar. salah satu termasuk Pulau Belitung harus mampu menjadi contribution share.

Pada tanggal 26 Septermber 2018 Kementrian Pariwisata RI kembali membangun kekuatan dan meningkatkan sinergitas dari seluruh pelaku pariwisata guna mendukung pemasaran serta qualitas products wisata Belitung, berkumpul di Belitung melakukan Rakor Kepariwisataan dalam rangka penerbangan Garuda Indonesia SIngapore – Tanjung Pandan – Singapore.

Tepat jam 09:30 Rapat Kerja Koordinasi Penerbangan Rute Tanjung Pandan – Singapore di buka secara resmi oleh Judi Rifajantoro Staff Khusus Menteri Bidang Infrastruktur Pariwisata Indonesia didampingi Mashuro S.Sos MAB – Assisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Regional I, Larasati Sedyaningsih  Akselerasi Prioritas Pembangunan Distinai Pariwisata Indonesia serta Garuda Indonesia dihadiri Vice President Asia Regent I Wayan Subagia, dihadiri dari Dinas Perhubungan Kabupaten Belitung, Dinas Pariwisata Kabupaten Belitung, serta Stakeholder pariwisata di Belitung, yang tergabung di assosiasi pariwisata Babel seperti IHMA, PHRI, ASTINDO, ASATI, ASPPI, HPI, PUTRI dan ASITA, serta VITO Singapore Sailaman datang secara khusus dari Singapore turut memberikan kontribusi informasi tentang kekuatan pasar di Singapore serta hal – hal apa saja perlu diperhatikan dan dilaksanakan.

Rapat Kerja ini tanpa basa-basi dibuka dan di pimpin langsung oleh Staff Khusus Menteri Bidang Infrastruktur Pariwisata Indonesia Judi Rifajantoro. Dalam pengarahan disampaikan hal – hal; perlu dibahas dan diperhatian beberapa pokok masalah diantaranya; tentang Service Quality; – Kecepatan Membangun Pasar; – Keberlanjutan penerbangan setelah masa bantuan yang diberikan dari pihak Kementrian – support promosi selama 2 x 3 bulan pertama; dalam arti dalam 6 bulan mendatang sudah harus mampu membangun pasar, tugas selanjutnya adalah para industri / stakeholder dapat menganti peran, diharapkan di 6 bulan kemudian jenis pesawat dapat diganti lebih besar daya angkutnya, karena permintaan pasar membesar dibutuhkan daya angkut lebih besar, sehingga Garuda Indonesia dapat mengganti jenis pesawat dari CRJ ke Boeing, oleh karena itu perlu dibangun kebersamaan dan alih tanggung jawab oleh para stakeholder untuk keberlanjutan meraih pasar wisata, membawa wisatawan ke Belitung. para stakeholder bersama – sama Garuda untuk awal harus mampu membuat paket yang kompetitive, Garuda Memasarkan ke seluruh network Garuda, Pemasaran yang Massive; Incentive business mission buat industri; para pelaku operator pariwisata perlu memikirkan untuk outbound market untuk mengisi load factor Garuda. Diharapkan kini Garuda Indonesia baru 4 kali satu minggu akan berubah menjadi daily flight / terbang dalam satu minggu penuh, bila peraihan pasar berhasil.

Setelah menyampai prospectus serta phenoma dan paradigma tentang program penerbangan kemudian mempersilahkan kepada Garuda Indonesia.

Garuda Optimas Mampu Meraih Pasar Singapore

Membuka pembicaraan diawali dengan memperkenalkan diri siapa gerangan I Wayan; ternyata adalah tak lain sebagai Vice President Asia Region berkedudukan di Singapore. disampaikan bahwa Garuda dalam program penerbangan ini akan melakukan regular flight, ini tentu merupakan hasil kajian kegagal dari pengalaman yang lalu dilakukan oleh kawan-kawan stakeholder dengan mempergunakan charter flight, disampaikan apa perbedaan antara regular flight dan charter flight. bila charter flight yang rugi adalah pen-charter, sedangkan kalau regular flight keuntungannya penerangan ini akan masuk ke dalam suatu system yang berarti, semua pihak dapat memasarkannya, karena masuk dalam system, Garuda mempunyai jangkauan networking luas maka semua penerbangan yang tergabung dalam Sky team dapat menjualnya, dengan adanya penerbangan ini Belitung akan di lihat dunia. Kenapa hal ini perlu dilakukan dari pihak Garuda Indonesia, perlu diketahui berapa kekuatan pasar Singapore, kekuatan pasar Singapore, dari orang Singapore sendiri paling 1,7 sampai 3 juta ditambah pendatang, totally sekitar 5,5 juta  potential market.

Secara awal Garuda akan menerbangkan mempergunakan CRJ 1000 dengan seat capacity 96 seater, dilakukan penerbangan sore hari, antar jam 17:30 – bila pasar menunjukan kearah positive, bukan tidak mungkin akan dipergunakan jenis pesawat lebih besar dan bila lapangan terbang di Tanjung Pandan memunkinkan landing dengan pesawat Air Bus, Garuda dapat mempergunakan Air Bus agar dapat mengangkut lebih banyak penumpang. / dengan load factor capacity lebih besar pula.

Belitung Menarik Bagi Orang Singapore

Belitung memiliki potensi alam  sangat menarik, ini tentu akan mampu menarik orang- orang Singapore berkunjung ke Belitung, dengan memperhatikan bahwa orang – orang yang tinggal di Singapore sebenarnya pada umumnya mengalami stress, kenapa; orang – orang di Singapore hidupnya dari gedung satu ke gedung yang lain, kondisi kehidupan ini dialami sepanjang tahun, sedangkan di Belitung alamnya bersih hijau dimana-mana pantai begitu indah, makan seat food enak, ini tentu mampu menjadi daya pikat /  menarik bagi orang di Singapore, jaraknya tidak terlalu lama hanya membutuhkan 1 jam penerbangan sudah sampai Tanjung Pandan.

Garuda berusaha membidik pasar dari India serta Small and Medium MICE untuk di tarik ke Belitung dan out door activity [ kegiatan outbound ], disadari oleh Garuda pada bulan awal – sebagai critical point, tapi setelah itu pada bulan November, Desember untuk paket 3 hari 2 malam sudah dapat di share ke rekan agent di Singapore. diyakini bahwa mulai bulan November akan menunjukan trend kenaikan yang sangat significant

Perlu diperhatikan bahwa orang Singapore perlu mendapat penangan dan perhatian berbeda dengan wisatawan dalam negeri, karena orang-orang Singapore membutuhkan perhatian dari sisi pelayanan / service, tidak dapat melayani asal asalan – orang Singapore termasuk orang yang perfectionist. sehingga informasi perlu sangat jelas, pelayanan perlu memiliki standard

Pada akhir paparannya I Wayan menyampaikan; bahwa Marketing program perlu segera disusun semacam famtrip yang dilakukan dianggap sangat positive, program penerbangan Garuda Indonesia Singapore – Tanjung Pandan tidak boleh di Postpone lagi dan harus segera dilaksanakan potensi pasar sudah didepan mata, diyakini Belitung mampu memberikan daya tarik / magnetic bagi orang – orang Singapore datang berkunjung untuk berwisata.

Moderator Attractive dan Menarik, Belitung Paling Top,

Pertemuan dilanjutkan, pimpinan rapat menyerahkan kepada Moderator / Robert untuk mengguidence jalannya rapat ini. Selaku moderator tentu mengawali dengan memberikan pandangan dan mencoba meresume pengarahan dari pimpinan rapat dari Kementrian serta paparan Garuda Indonesia, Moderator / Robert membawanya dengan santai dan attractive serta menarik sehingga acara berjalan tidak membosankan, dari satu bagian ke bagian diberikan kesempatan kepada seluruh audience yang hadir mengalir sangat dinamis, dengan tema dan maksud serta tujuan yang berbeda pula, dari kesimpulan yang disampaikan bahwa terdapat beberapa tantangan, impact and value perlu di bahas serta dikaji lebih mendalam, menyampaikan berbagai prospectus serta paradigma tentang pariwisata sekarang dan yang akan datang, para stakeholder perlu mengambil langkah dan tindakan, mengajak para stakeholder mampu membangun suatu kekuatan untuk meraih pasar terbentang disana, dan bagaimana langkah dan strategy harus dilakukan serta dipersiapkan oleh para pelaku pariwisata yang berada di Belitung. Setelah introduction dari summery, pembahasan dilanjutkan memberikan kesempatan kepada peserta untuk menanggapi terhadap rencana penerbangan ini, dan ingin mendengar terhadap kesiapan para stakeholder terhadap program penerbangan yang akan dilakukan.

Kekempatan pertama diberikan kepada Agus Palivi sebagai tour operator dan sekaligus sebagai ketua ASPPI dan HPI untuk menanggapi terhadap kesiapan dan program ini. Disampaikan oleh Agus Palevi; bahwa pada dasarnya program penerbangan ini di sambut dengan sangat positive, dan para tours operator dan guide di Belitung siap melayani keperluan wisatawan Singapore, dan rekan – rekan stakeholder telah mempersiapkan berbagai jenis packages yang diperlukan rekan – rekan tours operator Singapore, pada kesempatan tersebut disampaikan; bahwa para tours operator Belitung pada umumnya belum terlalu banyak mengenal tentang potensi daya tarik wisata di Singpaore sehingga di pandang perlu pihak Singapore dapat menyampaikan dan menawarkan paket – paket menarik ke Belitung sehingga orang Belitung berminat berkunjung ke Singapore.

Setelah dari Agus Palevi memberikan tanggapan kemudian Moderator mempersilahkan ASATI yang diwakili oleh Yuna dari Propinsi BaBel yang juga selaku Ketua ASATI untuk memberikan tanggapan dan pandangannya. Yuna menanggapi program ini sangat positive dan gembira, dan disampaikan juga bahwa bila kita bicara Belitung tentu juga tidak dapat dipisahkan berbicara tentang Bangka, kerena merupakan kesatuan dari kedua pulau ini yaitu Bangka Belitung, dengan adanya penerbangan ini, tentu bagi masyarakat Bangka kini yang berkeinginan ke Singapore tidak perlu lagi terbang ke Jakarta dan dapat terbang ke Belitung kemudian connect ke Singapore, dan ini bagi masyarakat Bangka akan lebih nyaman dengan mempergunakan route penerbangan Bangka – Tanjung Pandan – Singapore, serta memberikan tanggapan bahwa pada dasarnya tours operator Bangka Belitung cukup siap menyambut kedatangan wisatawan dari Singapore maupun manca negara lainnya.

Kini giliran diberikan oleh moderator kepada Santi dari ASITA Babel untuk menyampaikan beberapa pandangannya. disampaikan bahwa dengan adanya penerbangan ini tentu pagi tours operator Belitung dapat menyusun out bound package terutama paket pilgrim / Umroh untuk berangkat dari Belitung ke Singapore kemudian connect ke tanah Suci. dan atau pacaket overseas lainnya hub melalui Singapore. bahwa anggotanya telah melakukan contact business secara bertahap dan sudah memulainya.

HAS Hanandjoeddin International Airport

Pembicaraan selanjutnya moderator mempersilahkan dari pihak Bandara HAS Hanandjoeddin dan mempertanyakan persiapan – persiapan yang telah dilakukan untuk perencanaan penerbangan ini. dari pihak bandara menyampaikan bahwa pada dasarnya Bandara HAS Hanandjoeddin cukup siap melaksanakan program ini dan bahkan kini bandara telah dapat di hinggapi oleh jenis pesawat Boeing 737 – E 800 dan bahkan Air Bus A320. Untuk program penerbangan GA – SIN – TJQ – SIN pihak bandara telah menambah SDM sebanyak 35 orang dan akan diberikan kepalitihan untuk memenuhi standard SDM and procedure terhadap quantity, capability and ability sebagai Airport International, CIQ sudah ada, Airnav sudah memberikan slot hari dan waktu untuk Program Penerbangan ini, sehingga pada waktunya semua persiapan telah dapat dilaksanakan.  saat ini RFFS Airport HAS Hasannudin telah ditingkatkan dari VI ke VII sebagai persyaratan International serta kebutuhan GA  dan juga merupakan regulasi ICAO dan CAST dimana untuk diketahui bahwa katagory RFTS CRJ 1000 baik untuk B 737 – 800 / 900 merupakan Cat VII untuk memenuhi kapasitas dan kapabilitas bandara HAS Hanandjoedin, untuk keperluan tersebut tentu merupakan tanggung jawab bandara untuk mempersiapkan, bukan dari maskapaaj selaku operator penerbangan guna izin operational, karena bila CASR tidak memenuhi persayaratan tentu ini bermasalah. untuk permasalahan – permasalahan ini pihak bandara semuanya telah siap dan GA sudah dapat melakukan penerbangan dengan CJR maupun Boeing 737 E800 bahkan Air Bus 320 sekalipun, bandara HAS Hanandjoeddin siap untuk melayaninya. All audience memberikan applause  tentu semua merasa senang karena Airport HAS Hanandjoeddin sudah betul2 memiliki sertifikasi sebagai international airport yang mampu melayani penerbangan international.

Peran Kementrian Guna Memenuhi Sertifikasi Airport HAS Hanandjoedin

Untuk tercapai dan memenuhi seluruh sertifikasi bukanlah suatu proses yang mudah, peran Kementrian Pariwisata dan Garuda Indonesia berbulan – bulan bolak balik mengadakan pertemuan, hanya membahas masalah SID dan CASR yang harus terpenuhi agar sebuah penerbangan memenuhi persiaranga ICAO. bolak balik ke Kementrian Pariwisata dan Garuda melakukan koordinasi dengan Bandara HAS Hanandjoedin dan Kementrian Perhubungan. Airnav dan akhirnya terjawab, sehingga untuk penerbangan ini sudah sangat memungkinkan dilaksanakan. karena bila tidak terpenuhi, Garuda Indonesia sebagai operator penerbangan tentu tidak akan dapat melaksanakan penerbangan rute tersebut untuk sebuah regular flight.

Setelah moderator / Robert menanggapi permasalah penerbangan dan permasalahannya, kemudian ada hal yang berperan penting dari sisi pemasaran, Moderator berpaling kesesorang yang sering disebut – sebut Uncle; yaitu Sulaiman VITO yang berstation di Singapore untuk menyampaikan hal – hal yang dipandang penting dan perlu dipersiapkan serta dibicarakan di forum ini.

Pandangan VITO Singapore Terhadap Kondisi Pariwisata DI Belitung

VITO Singapore / Soelaiman menyampaikan beberapa hal, terutama masalah  manner of driver, perlu mendapatkan perhatian, karena bagi orang – orang Singapore itu adalah hal yang sangat sensitive dan penting mengenai manner driver, karena disamping masalah etiquette adalah masalah safety factor,  mengenai makanan di Belitung tidak ada masalah dan tentu sangat menarik karena makanan di Belitung enak – enak komentarnya, mulai dari gangan, kepiting sauce tiram, kakung belacan semuanya sedap, hal tersebut diungkapkannya. Soelaiman untuk program ini dapat kiranya para stakeholder memberikan harga yang cukup reasonable dan competitive, karena satu kali flight hanya dibutuhkan beberapa rooms, dianggap saja bila 100 % penerbangan ini mengangkut wisatawan berarti hanya membutuhkan 48 rooms jadi mungkin pihak hotelier dapat memberikan bantuan subsidizer dengan harga promosi untuk agar package yang dipasarkan mampu berkompetitive, karena Soelaiman berpendapat Belitung memang indah, tapi tidak seperti Borobudur karena canti tersebut hanya ada satu – satunya di dunia, sedangkan pantai banyak terdapat dimana – mana, tapi beliau cukup optimistic bila penerbangan ini dalaksanakan tentu bagi orang Singapore akan menarik untuk berkunjung ke Belitung. beberapa sport tourist interest juga diungkapkan perlu dimasukan dalam tours itinirary, 3 days 2 nights package menarik, tentu akan sangat salable dan atau diminati selain optional distination lainnya seperti Leebong Island.

2010 Kamar Disiapkan IHMA dan PHRI

Kesepatan yang sama pihak hotel di Belitung siap menerima dan melayani kunjungan wisatawan, kesediaan kamar kini telah mencapai 2010 rooms dengan berbagai katagory / type yang terdapat di stars hotel, oleh karena itu untuk memberikan dukungan dan room allotment tidak akan menjadi masalah, hal tersebut di jamin dari pihak hotelier dalam pertemuan ini. melalui jaringan yang dimiliki pihak hotel juga akan mensosialisasikan program ini.

ASTINDO angkat bicara, menyampaikan bahwa bila hanya mengharapkan wisatawan dari Singapore dikhawatirkan tidak akan mampu mengisi load factor, perlu mendapatkan kontribusi dari wisatawan dari China, serta menanyakan berapa harga ticket yang akan di publish pihak Garuda Indonesia, statement tersebut langsung di jawab pihak Garuda, bahwa bila wisatawan China diperkirakan cukup banyak yang akan berkunjung kenapa tidak Garuda Indonesia akan menerbangkannya secara langsung dari daratan Tiongkok. adapun yang akan di realist diperkirakan sekitar 2,600,000 juta IDR tapi ini baru perkiraan, karena Garuda Indonesia akan mengkaji berapa nilai ticket yang reasonable.

Kemudian Moderator mempersilahkan dari ETSDC untuk angkat bicara

Setelah permasalahan yang diungkapkan dari VITO Singpore / Sulaiman akhirnya Moderator berpaling ke seorang pemerhati Belitung yaitu ketua ETSDC – NGO didampingi Ketua Representative Softomy sebagai perwakilan di Belitung yang selama ini membantu Belitung dalam sisi perencanaan, promosi dan pemasaran pariwisata, membina masyarakat yang peduli terhadap lingkungan dan pariwisata agar dapat memberikan kontribusi pemikiran dan menanggapi terhadap program penerbangan ini.

Belitung Mempunyai Daya Tarik WIsata Yang Exotic

Penyampain yang disampaikan mengingatkan bahwa sebetulnya sebuah penerbangan jangan dipikirkan mempunyai keuntungan yang besar, oleh karena itu perlu diberikan dukungan dan membangun sinergitas, para tours operator jangan concern terhadap outbound / out going market sekali pun ada hendaknya tidak hub di Singapore karena Garuda Indonesia tidak ada connecting flight dari Singapore ke over the world, yang ada, adalah dari Jakarta. disampaikan bahwa para tours operator harus lebih inovative dan creative mengemas paket yang ada terhadap seluruh potensi yang terdapat di Belitung, disampaikan juga kepada VITO Singapore, sebetul nya Belitung memiliki banyak daya tarik wisata yang unik dan exotic, termasuk rock – granite formation tidak terdapat di belahan dunia mana pun, Belitung memiliki pantai yang baik dan sehat, Belitung memiliki magnetic exotic bila kita mau menggalinya. disampaikan bahwa Kementrian Pariwisata Indonesia telah menyiapkan berbagai kesempatan untuk para tours operator diberbagai event internasional, berbagai pameran seperti Vakantiebeurs di Belanda, ITB Berlin di German, WTM di London, berbagai ICTM di China, tapi belum sekalipun terlihat tours operator dari Belitung perhadir di forum atau kegiatan tersebut, dan hanya satu kali pernah bertemu dari Propinsi Babel di ITB Berlin.

ETSDC siap membantu bila bila diperlukan tailor made package yang dikehendaki oleh wisatawan Singapore, diharapkan agar seluruh tours operator perlu membangun konsorsium, lebih innovative dan creative menggali potensi serta products wisata untuk dapat ditawarkan.

Garuda Indonesia Pasti Sudah Punya Hitung – Hitungan

Sebagaimana diungkapkan oleh Ketua ETSDC dan menyakini betul bahwa Garuda Indonesia tentu sudah punya hitung-hitungan dan melakukan pengkajian pasar, serta tidak hanya mengharapkan pasar dari Singapore, dengan network Garuda Indonesia melalui sky team tentu mampu sekaligus membranding Belitung ke seluruh manca negara sebagaimana yang disampaikan dari pihak Garuda Indonesia, penerbangan ini adalah penerbangan Regular Flight sehingga  akan memasukan program ini kedalam system Garuda Indonesia yang berarti mampu memasarkan ke seluruh manca negara. Diyakini dan memiliki optimesme mengingat Garuda Indonesia mempunyai 20 jaringan penerbangan, mempunyai akses ke 1,074 distinasi  di dunia, 177 negara, penumpang sekitar 730 million passengers ini tentu mempunyai possibilities’s world wide market. oleh karena itu diyakini dan optimism penerbangan ini akan sustain / berkelanjutan setelah 6 bulan kedepan. di himbau agar nanti pada GA Travel Fair setelah ITB ASIA di Singapore para tours operator mampu membuat paket menarik serta strategy of sales, dan menjadi moment pemasaran, baik secara direct or indirect of sales.

ETSDC telah melakukan pertemuan dengan para pihak operator dan berusaha menghimpun hotelier, di Belitung terutama ke pada anggota IHMA agar dapat memberikan allotment room serta contract rate untuk program ini. Bahwa kepentingan ini seluruh anggota IHMA [ Indonesia Hotel Manager ] sepakat memberikan dukungan  dan akan memberikan harga khusus.

Diharapkan Garuda Indonesia dan di dukung oleh tours operator dari Singapore yang telah mempunyai jaringan dengan India mampu menarik wisatawan India untuk berkunjung ke Belitung, karena sebetulnya bahwa di India terdapat banyak orang – orang kaya, diperkirakan sekitar 350 juta manusia yang berarti melebihi jumlah penduduk Indonesia orang kaya di India, memperhatikan relationship ethic yang terdapat di Singapore  begitu besar tentu pasar VFR [ Visit Friend Relative ] antar Singapore dan India ini akan mampu memberikan kontribusi supply ke Belitung. walau pun masalah makan sebagaimana disinggung oleh moderator, disampaikan bahwa masalah makanan Belitung siap untuk menyiapkan, karena di Belitung terdapat beberapa vegetarian restaurant, silahkan tinggal diminta dan siap melayani.

ETSDC siap memberikan bantuan bila dipandang perlu bagi tours operator terutama mengenai data maupun online information system telah disiapkan oleh ETSDC kepada para operator guna mempromosi dan memasarkannya melalui online.

Moderator masih memberikan kesempatan kepada para audiance untuk menyampaikan pendapat dan atau apa yang diharapkan, tapi mengingat waktu akhirnya dipandang perlu forum ini dikembalikan kepada pimpinan rapat.

Assisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Regional I

Sebelum mengakhir pertemuan ini pimpinan rapat memberikan kesempatan kepada Mashuro S.Sos MAB – Assisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Regional I, untuk memberikan beberapa pandangan dan arahan dalam pertemuan ini. Disampaikan bahwa Kementrian Pariwisata telah menyiapkan berbagai intrument sarana untuk promosi sebagaimana yang telah disampaikan oleh ETSDC, kegiatan pameran di ITB, WTCM, Vancantiebeurs serta ICTM Kungming, Sanghai sampai mendatangkan tours operator ke Belitung, seperti baru – baru ini dari 13 s/d 16 September 2018 Kementrian Pariwisata mendatangkan 20 tours operator dari Singapor untuk melakukan TA / TO table top dan mengexplore keberbagai destinasi wisata di Belitung. kesemuanya telah dilakukan oleh Kementrian Pariwisata, kesemuanya ini tentu dapat di isi oleh para pelaku wisata Belitung guna memasarkan products dan potensi wisata ke manca negara, perlu meningkatkan products originalitas, makanan seafood di Belitung manarik, dan menganjurkan agar para pelaku pariwisata di Belitung terus mengexplore seluruh potensi wisata dan dikerjasamakan dengan para tours operator di Singapore dan manca negara.  Kementriian Pariwsata akan terus memantau perkembangan ini secara terus menerus dan menjadikan Belitung menjadi salah satu Destinasi menarik dan diminati pasar.

Larasati Sedyaningsih – Akselerasi Prioritas Pembangunan Distinai Pariwisata Indonesia,

Setelah dari Assisten Deputi Bidang Pengembagnan Pemasaran Regional I / Musharoh menyampaikan pandangannya pimpinan rapat mempersilahkan ke pada Larasati Sedyaningsih – Akselerasi Prioritas Pembangunan Distinai Pariwisata Indonesia, disampaikan dan diharapkan agar Belitung dapat meningkatkan product serta attraksi budaya, disampaikan tentu ada perbedaan hebit wisatawan dalam negeri dan luar negeri, dari data yang ada wisatawan luar negeri sekitar 60 % waktunya dihabiskan melihat daya tarik budaya, oleh karena itu hal ini menjadi penting, karena selama ini Belitung hanya lebih banyak memperkenalkan pantainya, walaupun memang pantai di Belitung sangat indah tapi man made attraction dari aspek seni dan budaya perlu ditingkatkan dan diperhatikan.

Mengukir Sejarah Penerbang Regular Flight Pertama

Yang menarik dalam rapat koordinasi; Sebelum mengakhir pertemuan disampaikan pimpinan rapat / Judi Rifajantoro Staff Khusus Menteri Bidang Infrastruktur Pariwisata, menyampaikan, diantaranya; Penerbangan ini mengukir sejarah pertama bagi Belitung dan pelabuhan HAS Hanandjoedin, karena penerbangan regular secara direct flight International belum pernah ada, Mengakhiri pertemuan disimpulkan; 1). bahwa Garuda Indonesia telah memiliki perencanaan yang matang, termasuk meraih pasar di China, karena Vice President Director GA / I Wayan sangat menguasai pasar China. 2). Kesiapan masalah technis Bandara HAS Hanandjoedin sudah terlihat sangat siap menjalan fungsi sebagai bandara International, 3). Industri Pariwisata di Belitung terlihat sangat siap menyambut program ini, 3). perlu ditingkatkan quality of service terhadap wisatawan, 4). Ketajaman membidik pasar perlu mendapat perhatian, termasuk pasar Eropa, China dan India. 5). Meningkatkan quality of products. 6). siap melangkah dengan time line yang cepat dan tepat, 7). manage cost sales yang competitive  sebagai kata konci untuk keberhasilan ini dengan diakhiri disampaikan. 8). Pertemuan ini dapat di acungkan jempol karena Kementrian pariwisata mampu membangun suatu optimisme bagi semua pihak serta membangun group efficiency menyatukan seluruh para pelaku pariwisata yang terbagabung dalam berbagai assosiasi untuk hand in hand memasarkan dan membangun potensi pariwisata. kata konci terakhir disampaikan oleh pimpinan rapat ” Pemerintah Mendukung, Industri Melakukan ” Acara diakhiri photo season bersama

Share with:

FacebookTwitterGoogleTumblrStumbleUponLinkedInPinterestDigg


Categories

About the Author:

Teamwork makes the dream work, but a vision becomes a nightmare when the leader has a big dream and a bad team.

Leave a Reply

Translate »