Pariwisata Bangka Makin Mempesona

Mengikuti Fam Trip Di Pulau Bangka Bersama DPD ASATI BABEL

Provinsi Bangka Belitung kini sedang giat-giat membangun diberbagai bidang terutama di bidang pariwisata, Pemerintah Daerah Bangka dalam rangka pembangunan sedang rencana melakukan transisi dalam pembangunan dan sedang memilih, Timah atau Pariwisata [ destroy / damage or save the environment, degradation or improve the nature, sustain or not sustain for next decade development in nature, economic. what the impact for new life in next decade ]. langkah tersebut terlihat dengan kegiatan yang masih berlangsungnya penambangan kapal isap di laut, tapi secara perlahan – lahan berubah menggeser ke industri pariwisata. hal tersebut dengan dibangunnya pelabuhan penerbangan yang saat ini tentu bila anda sudah lama tidak datang ke Bangka akan surprise dengan perubahan airport internasional lainnya dengan fasilitas yang dulu tidak ada dan kini bila hujan penumpang sudah tidak perlu lagi khawatir akan kebasahan karena sudah tersedia bareta belalai sampai ke pintu pesawat.

Dari tanggal 2 sampai dengan 5 Association of Sales Travel Indonesia [ ASATI ] DPD Propinsi Bangka Belitung yang diketuai ibu Yuna telah melakukan Fam Trip dengan mengundang travel agent dari Singapore untuk diajak mengenal destinasi daya tarik pariwisata dengan wajah barunya mulai dengan airportnya yang baru serta daerah destinasi wisata yang baru kini berkembang sangat luar biasa.

Setiba di Bangka peserta langsung diajak berkunjung ke Tanjung Gunung suatu kawasan dipinggir pantai dengan seluruh sarana sport air terdapat disana seperti jet ski peserta dapat dengan mempergunakan jet ski menyebrang sampai ke pulau pasir busung suatu panorama yang sangat luar biasa yang hanya ditempuh dalam waktu 20 menit, sekalipun kawasan ini keseluruhannya belum rampung tapi telah dicanangkan untuk menjadi Kawasan Ekonomi Khusus untuk Bangka yang terletak di Kabupaten Bangka Tengah.

Para tour operator Singapore tertegun setelah mendengarkan penjelasan tentang rencana pembangunan kawasan tersebut dan menyebutkan ini betul-betul luar biasa dan tidak terdapat di Singapore kawasan yang seperti ini yang masih sangat alami dengan pantainya yang luas serta akomodasi cottage- cottage  yang telah siap dipergunakan dan tentu para tour operator pada malam ketiga akan over stay ditempat ini untuk mendapatkan atmosphere pantai dan suasana di kawasan yang dicanangkan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus Bangka.

Kejutan demi kejutan program yang dirancang oleh panitia pelaksana dari ASATI DPD Propinsi Bangka Belitung bersama ASPPI dan HPI setelah mendapatkan refreshment diajaknya mengunjungi ke Botanic Garden yang terdapat di Pangkal Pinang tidak jauh dari pusat kota Bangka. di Botanic Garden ini peserta terdapat berbagai species tanaman di kawasan ini dan juga terdapat peternakan sapi, dan dapat minum susuh segar yang dari dahulu di Bangka kita tidak pernah dapat minum segar tapi kini minum susu segar sudah tidak perlu datang ke Lembang atau Pangalengan di Jawa Barat tapi sudah tersedia di Botanic Garden ini.

Tua Tua Keladi Makin Tua Makin Menjadi.

Setelah diajak keliling Pangkal Pinang peserta langsung di antar ke sebuah Hotel untuk check in. ke Hotel Tanjung Pesona sebuah hotel yang sudah lama berdiri yaitu, pada awalnya peserta diberitahu akan overnight di Hotel Tanjung Pesona kami berfikir kenapa di tempatkan di Hotel ini tentu disebuah hotel yang sudah tua tua, tapi ternyata setelah sampai dilokasi Hotel ini disambut dengan panorama pintu gerbang taman yang membentang dan sebelah kanan terdapat cottages dan panorama pantai indah dengan batu – batu granit merupakan suatu formasi batu – batu alam menimbulkan suatu taman exotic terbentang disekeliling hotel dan pantai Tanjung Pesona yang mempesona. ternyata Hotel Tanjung Pesona makin mempesona dalam pepatah mengatakan ” tua tua keladi makin tua makin menjadi ” memang hospitality products ada yang first come last out tidak banyak orang yang tahu itu.

Hotel Tanjung Pesona lebih layak tidak saja disebut sebuah hotel tapi adalah sebuah Resort Hotel and Spa dengan berbagai fasilitas tersedia seperti Meeting Room, Entertainment and Amusements Area, cottages, beach sport facilities and agriculture plantation, restaurant. wifi facilities in any corner.  sehingga bila malam hari tiba para tamu tidak akan terasa kesepian di Kota Sungailiat dengan seluruh fasilitas night entertainment and amusement  terdapat di kawasan Hotel ini. jarak tempuh dari airport ke Tanjung Pesona hanya ditempuh kurang lebih 30 menit dengan jalan yang sangat mulus. terletak tidak jauh dari Kota Kabupaten Sungailiet

Peserta setelah mendapatkan kunci kamar lalu diantar ke tempat dimana peserta akan menginap, peserta ditempatkan di lokasi yang dinamakan Bromedia Executive menghadap pantai, kamar luas dan bersih serta fasilitas bathtub hot and cold water terdapat di dalam kamar sehingga peserta berkesempatan untuk berendam sejenak sebelum nanti malam jadwal akan melakukan courtesy visit ke rumah Bupati Bangka Induk yang terdapat di Kabupaten Sungailiat.

Berkunjung ke Rumah Kediaman Bupati Kabupaten Induk Sungailiat.

Setelah refreshment peserta berkesempatan berkunjung ke rumah tinggal Bupati Kabupaten Induk Sungailiat Bangka disambut oleh protokol rumah tangga Bupati dan diterima Bapak Ahmad Muksin kini menjabat PLT Bupati kerena Bupatinya sedang cuti mengikuti candidat pemilihan Bupati Kabupaten Induk Sungailiat, dalam welcome speak disampaikan selamat datang bagi peserta dan memperkenalkan daya tarik wisata dan program pembangunan pariwisata Bangka Kabupaten Induk dan mengharapkan para tours operator dapat menyampaikan dan memasarkan Kabupaten Induk Sungailiat kepada calon wisata serta mengharapkan masukan – masukan apa saja yang diperlukan Pemerintah Daerah akan berusaha dapat memberikan total satisfaction kepada wisatawan yang akan datang ke Kabupaten Induk Sungailiat. berikanlah warta yang bagus – bagus kepada public dan yang jelek bertahukan kepada kami demikian dalam penutupan sambutan beliau. Dalam acara peserta ditampilkan tarian selamat datang dan tarik Campak dan peserta sempat turut berdendang ria bersama dayang dayang penari. sungguh malam itu para tours operator terhibur dengan tarian friendship dance demikian yang disampaikan oleh MC pembawa acara

Setelah selesai sambutan Ketua ASATI Yuna menyampai informasi nama-nama tours operator yang hadir dalam kesempatan famtrip ini ke Bangka serta agenda perjalan yang akan dikunjungi oleh para tours operator telah disusun sedemikian oleh DPD ASATI. Acara dilanjutakan jamuan santap malam dengan menu seperti Gulai Kuning, Sate, serta Kue-Kue khas dari Bangka.

Hari kedua setalah breakfast di restaurant Hotel Tanjung Pesona, peserta diajak explore Sungailiat seperti pantai tikus, bukit Mahayana serta ke pantai Matras kesemuanya terdapat di kabupaten Induk Sungailiat, semua peserta fam trip terpesona melihat potensi alam dan budaya yang terdapat disana. dan diajak makan jamur yang terkenal dari Bangka, sering-sering nama jamur ini di sebut kulat oleh orang Babel dan harganya juga sangat mahal. wah rupanya ibu Yuna mempersiapkan menu istimewa untuk para tamu.

Malam hari peserta diajak menghadiri suatu acara Cap Go Meh [ artinya Malam ke Lima Belas ] suatu acara pesta bagi orang – orang Tionghoa selalu merayakan hari ke 15 dalam kalender China pasti bulan sedang purnama hari tersebut merupakan hari terakhir dari masa perayaan Tahun Baru Imlek dan dirayakan oleh komunitas Tionghoa diseluruh dunia, dan kali ini di Sungailiat bertempat di Puri Agung yang mega masyarakat Sungailiet menggelar merayakan hari Cap Go Meh ini dengan mendatangkan Siolin Kungfu yang kononnya didatangkan dari Tiongkok melakukan performance yang begitu attractive serta menampilkan Barongsai yang pernah menjuarai dunia di LA  group Barongsai dari Sungailiet Bangka. peserta selain ditampilkan performance juga di jamu dengan hidangan makanan dan kue dan makan sepuasnya. makanan yang dihidangkan malam itu diantaranya adalah kare kuning dengan lontong Cap Go Meh serta Kembang tahu.

Lontong Cap Go Meh – Fan Ngin Dong Ngin Jit Yong

Biasanya di malam Cap Go Meh disuguhkan makanan yang disebut Yuanxio merupakan berbentuk bulat seperti bola bola terbuat dari beras yang padat, kepadatan itu melambangkan ke keberuntungan. inkulturasi di Indonesia membuat Yuanxio berubah menjadi Lontong yang padat, seperti di banyak negara di Asia makanan yang padat ini melambangkan kemakmuran dan bersimbolik dianggap berlawanan dengan bubur yang encer sering dikaitkan dengan kesialan dan kesusahan bila disajikan di malam Cap Go. Malam itu di Puri Agung Peserta disuguhi Lontong Kari yang bumbui kunyit berwarna keemasan berlambang kemakmuran serta keberuntungan. Jadi malam itu tak ajal lagi peserta mendapatkan sajian Lontong Cap Go Meh agar kita yang menyantapnya mendapatkan keberkahan dan keberuntungan dan kami peserta Fam Trip dapat bersantap malam di Puri Agung dengan Lontong Cap Go Meh. uraian ini tidak mempunyai makna apa-apa hanya merupakan suatu martafor doa rasa suatu harapan bagi yang membaca dan yang menyantapnya. dalam acara tersebut dihidangkan pula Kembang Tahu berwarna putih lembut hangat jahe dan manis, ini juga mungkin panitia penyelenggara berkeinginan agar di tahun anjing ini kita dapat hidap dengan damai lembut seperti kembang tahu dan hangat / warm welcome to every bodies ke Sungailiat dan mendapat kenangan manis seperti yang dirasakan dalam suguhan Kembang Tahu di acara malam Cap Go Meh. seperti berkali-kali pembawa acara menyampaikan orang Bangka dalam kehidupannya mengatakan Fan Ngin Dong Ngin Jit Yong [ yang artinya ] prang Tionghoa dan Melayu senantiasa sama – sama sebagaimana yang dijelaskan juga oleh guide [ Fara ] ketika membawa rombongan.

Suatu hal yang luar biasa di Event Cap Go Meh diselenggarakan di tempat Puri Agung yang dibangun oleh masyarakat berdiri di lahan seluas 5 ha dan telah menghabiskan dana sekitar 17 miliar serta acara malam Cap Go Meh ini juga diselenggarakan atas prakarsa masyarakat ini sungguh luar biasa dan mudah-mudahan event ini dapat dijadikan permanent event dan dapat dikemas lebih touristic dan mampu menarik kunjungan wisman maupun wisnu ke pulau Bangka.

Pada kesempatan hari terakhir mengikuti kegiatan Fam Trip sempat berbincang-bincang dengan pak Bambang Ketua PHRI Babel dan Ketua Kadin Bangka Belitung bapak Thomas yang sebagai pelaku pariwisata dan juga yang memprakarsai acara Event Cap Go Meh. dan tentu kami mendapatkan cukup banyak penjelasan dari keduanya tentang Challenges Impact,Value and What Paradigms for Bangka Tourism In Next Decade dalam pembangunan pariwisata khususnya di Pulau Bangka.

Share with:

FacebookTwitterGoogleTumblrStumbleUponLinkedInPinterestDigg


Categories

About the Author:

Teamwork makes the dream work, but a vision becomes a nightmare when the leader has a big dream and a bad team.

Leave a Reply