Vakantiebeurs Merupakan Pasar Wisata Eropa Yang Menarik Untuk Diikuti

Pasar Wisata Eropa merupakan pasar traditional Indonesia sejak dahulu perlu tetap dijaga dan jangan dilupakan, sekalipun pasar China saat ini menjadi favorit rebutan oleh berbagai negara terutama negara-negara di Asia dan Amerika. Mengingat sebenarnya pasar China masih belum mempunyai bentuk atau karakter dan masih ikut-ikutan melihat banyaknya suatu negara berkunjung mereka turut berkunjung kesana, terutama melihat destinasi mana wisatawan Eropa pergi

Kementerian Pariwisata Indonesia memboyong puluhan pelaku pariwisata guna menjaring wisatawan mancanegara melalui bursa tahunan pariwisata di Utrecht Belanda pada bursa liburan / vakantiebeurs 2017. kegiatan ini dipimpin langsung oleh Asisten Deputi Pengembangan Pasar Eropa, Amerika dan Afrika Kementerian Pariwisata Nia Niscaya yang diadakan sejak dari tanggal 10 s/d 15 Januari 2017. bertempat di Jaarbeurs Exhibition Convention Centre Hall 4 stand B061. dengan kemasannya Le’s Discover Wonderful Indonesia. diikuti oleh 15 tours operator wisata 3 hotel / resort dari berbagai propinsi dari Indonesia serta maskapai penerbangan Garuda Indonesia. disamapaikan Nia Niscaya yang telah makan asam agram tentang pasar Europe menyatakan bahwa pasar Eropa merupakan pasaran potensi untuk Indonesia yang sampai saat ini masih sangat diandalakan disamping China, dan saat ini pasar yang terbesar dari Europa berasal dari Perancis, Inggris dan Belanda.

Agenda kegiatan hari pertama contact business buyer to buyer dan dari tanggal 11 dilakukan buyer to customer secara direct. memang pasar Vakantiebeurs mempunyai keunikan tersendiri begitu banyak manusia dua dan muda berbondong-bondong datang ke pameran ini untuk menanya dan mencari paket untuk dipilih ke tujuan vakantie mereka jadi memang pantas pameran ini disebut pameran bursa liburan atau dikenal sebutan Vakantiebeurs di tempat pasar tahun yang dikenal Jaarbeurs

Kata Jaarbeurs sebenarnya bagi orang Indonesia terutama bagi orang bandung sudah tidak asing dan bahkan nama Jaarbeurs sudah ada di Indonesia Kota Bandung sejak tahun 1920 diprakarasai Comite tot Behartiging van Bandoeng’s Belangen sebagai annual trade fair yang kala itu diselenggarakan pada bulan Juni atau Juli setiap tahunnya  sedangkan tempatnya di Jalan Aceh kini tempat kegiatan itu tinggal kenangan dan telah menjadi tempat Kologdam. sedangkan Jaarbeurs di Belanda diselenggarakan sejak tahun 1921 dan sampai saat ini masih exist dan menjadi bursa tahunan yang sangat besar di ikuti oleh berbagai negara belahan dunia.

Dubes Indonesia untuk Kerajaan Belanda

Dubes Indonesia untuk Kerjaan Belanda H.E. I Gusti Agung Wesaka Puja sempat hadir pada pameran di Pavilion Indonesia dan turut mempromosikan Indonesia dalam sambutannya, menyatakan bahwa hubungan Indonesia dan Belanda adalah merupakan suatu sejarah lama, dan masing-masing sudah sangat mengenal, Indonesia yang akan datang akan menjadi negara ke 5 kekuatan ekonomi dunia, Pak Dubus mengajak pengunjung untuk dapat berkunjung ke Indonesia, kita tidak perlu melihat masa lalu tapi mari lihat Indonesia sekarang dan yang akan datang. disampaikan dalam sambutannya bahwa saat ini diperkirakan kunjungan wisatawan dari negeri kincir angin ini [ Belanda tidak kurang dari 165,000 per tahun demikian juga sebaliknya kunjungan wisatawan dari Indonesia ke Belanda juga tidak sedikit kesemuanya ini dikarena ke dua bangsa dan negara mempunyai hubungan sejarah yang lama dan cukup harmanis, walaupun disana-sini ada gesekan itu adalah merupakan sejarah lama, pak Dubes tak tanggung-tanggung turun tangan lansung memperkenalkan Indonesia, sampai standand pameran sudah berakhir pak Dubes masih berada ditempat.

Berbagai Tarian Ditampilkan

Anthusiasnya mengunjung melihat penampilan berbagai tarian pada setiap hari pameran senantiasanya ditampilan tarian-tarian yang sempat memikat pengunjung untuk berhenti pavilion Indonesia untuk menyaksikan tarian-tarian digelar dari sanggar tari tradisional Puspo Budodoyo; tarian-tarian yang ditampilkan sepertia tarian; Jejer Banyuwangi; Zaipongan; Cenduk Menur; Bajidor; Lenggang Nyai; Tari Bali dan Madura.

Dalam pameran di Vakantiebeurs Indonesia kali ini menawarkan berbagai destinasi pariwisata termasuk keindahana alam, pantai dan datran tinggi yang eksotis serta keragaman budaya, dengan paket-pakat yang baru dan destinasi baru seperti Joglo Semar di Jawa, Coral Wonder the beuatiful coral triangle onf Indonesia, Raja Ampat, Wakatobi dan Bunaken Riau, Danau Toba di Medan dan juga hadir yang pertama kali adalah Belitung dengan LeeBong Island Resortnya di pameran ini.

Dalam ajang Vakantiebeurs 2017 ini target yang akan dicapai Indonesia untuk mempu meningkatkan 10 persen dari tahun2 sebelumnya dan ini juga merukan kesepatan bisnis dan kontrak yang terbangun  dalam kegiatan. Untuk mengantisipasi lonjakan kunjungan wisatawan, Kementerian juga menerapkan tiga strategi yakni ” go ” digital for marketing dan membangun 1,000 homestay, serta meningkatkan konetivitas transportasi udara melalu kerjasama dengan maskapai penerbangan.

Menurut Deput Asisten Deputi Pengembangan Pasar Eropa, Amerika dan Afrika Kementerian Pariwisata Nia Niscaya bahwa kementrian mempunyai rencana besar untuk industri pariwisata Indonesia, sepanjang tahun ini sektor pariwisata diharapkan mampu menjaring 15 juta wisaman dan kami menargetkan mampu maraih kunjungan wisatawan sampai tahun tahun 2019 sebesar 20 juta wisman.

Vakantiebeurs 2017 diikuti oleh berbagai daerah seperti daerah Bali, Sulawisi Utara, DKI, Lombok, Yogyakarta, Jawa Barat dan Belitung yang merupakan pertama ikut dalam kegiatan ini cukup banyak mendapat perhatian dan kunjungan serta menanyakan tentang Belitung.

Share with:

FacebookTwitterGoogleTumblrStumbleUponLinkedInPinterestDigg


Categories

About the Author:

Teamwork makes the dream work, but a vision becomes a nightmare when the leader has a big dream and a bad team.

Leave a Reply