Dekranasda Jawa Barat Merambah Pasar Craft dan Pariwisata Di Beijing

DESIGN MIX

discoverindonesia ; Dekranasda Jawa Barat berhasil menebar pesona products handicraft creative di Beijing International Tourism Expo ke 13 tahun 2016, dalam Pameran Beijing International Tourism Expo yang diselenggarakan di National Agriculture Exhibition Center dari 20 – 22 Mei 2016 oleh Beijing Municipal Commission of Tourism Development  dan sebagai Exhibitor Organizer adalah CEMS  [Beijing ] Conference and Exhibition Co Ltd selaku professional organizer BITE 2016 event mengambil tempat di National Agriculture Exhibition Center [ Pusat Pertanian Pameran Nasional ] dengan luas venue 22,000 m2 diikuti tidak kurang dari 80 negara dan 30 Propinsi dan Kabupaten. sebagai country partner tahun ini adalah Srilangka sedangkan Indonesia berperan sebagai Gold Sponsor.

Sebanyak 10 orang delegasi Dekranasda pada tanggal 18 Mei 2016 berangkat dari Bandung dini hari menuju Beijing melalui on stop over di Hongkong, terdiri chief de mission dan peranjin dan seorang tours operator dari travel agent Jawa Barat ikut mendukung kegiatan Dekranasda Jawa Barat di Beijing International Tourism Expo 2016, tiba di Beijing malam hari langsung menuju ke hotel.

STAND DEKRANASDA

Pagi hari tanggal 19 Mei 2016 seluruh peserta dengan persiapan penuh membawa seluruh perlengkapan berangkat dari hotel ke venue menempuh perjalan sekitar 30 menit, setiba di venue peserta menurunkan perlengkapannya dan bahan-bahan yang akan dipamerkan dan mulai memasuki ke hall 11 tempat penyelenggaraan bagi peserta  international, pameran BITE di bagi menjadi 2 hall yang satu domestic dan international.

Begitu memasuki hall 11 dipandang kedepan berdiri stand Srilangka begitu besar dan disampingnya stand Rusia juga sangat besar, stand Korea, Vietnam dan lainnya,  pagi ini berbagai negara semuanya sibut membangun dan mempersiapkan mendekor stand masing-masing, melihat dilapangan / venue peserta mulai merasakan dalam benaknya; mulai rasa wawas / atau minder melihat booth yang cukup besar-besar dan sangat mewah dengan berbagai accessorizes yang exclusive dan modern, IT serta light gemerlapan dan mempesona, dibangun dengan dana miliaran rupiah, sedangkan stand Dekranasda hanya dengan ukuran 18 sgm persegi dengan accessorize yang sangat sederhana, tapi dengan kepiawaian para kurator menata akhirnya mampu menampilkan sesuatu yang sangat berbeda dengan booth raksasa lainnya, akhirnya sambil berjalan dan melamun semua berusaha mencari dimana booth Jawa Barat no A 33.  ternyata terletak ditengah sebelah kanan dekat dengan pavilion Indonesia yang cukup lumayan besar dengan accessories  perahu Dewa Ruci layar berkembang menjulang tinggi terbentang dengan tulisan Indonesia. dan booth Dekranasda persis terdapat disampingnya.

Melihat situasi yang ada peserta dari Jawa Barat berfikir keras harus bagaimana selain konsep sekorasi yang telah dipersiapkan jauh hari dari Bandung, setelah melihat booths negara-negara lain begitu mewah dan besar sedangkan booth Dekranasda Jawa Barat hanya berukuran 19 sqm terasa sangat kecil berdampingan dengan pavilion Indonesia yang cukup besar, memperhatikan kondisi tersebut membuat seluruh peserta dari Jawa Barat berfikir keras bagaimana booth Dekranasda harus terlihat menarik dan attractive bagi pengunjung dan tampil beda, akhirnya semuanya berunding dan bersepakat dan membagi tugas, untuk menyusun konsep yang harus ditampilkan sekalipun sebelum berangkat konsep booth sudah dipersiapkan.

Satu persatu barang-barang yang dibawa dikeluarkan, dan mulai menyusun stand Jawa Barat, dekorasi dinding satu persatu mulai di potong dan ditempelkan, lama kelamaan sudah mulai terlihat bentuk setelah kang Hendra, Nizar, Masyhudi, Neng Heni, dan Neng Sari masing-masing sibuk dengan mempersiapkan prenak prenik yang harus ditampilkan. di stand Dekranasda untuk esok hari. sedangkan kang Enoh, ibu Moni, dan Ida, mulai berimaginer besok harus bagaimana menghadap visitor baik buyer maupun media yang datang berkunjung ke Stand A 33 ini serta menarik perhatian bagi mereka yang datang berkunjung ke stand Dekranasda.

Sungguh luar biasa semua peserta secara hand in hand berusaha semaksimal mungkin mengeluarkan seluruh effort yang ada, untuk menghias dan mempersiapkan stand Dekranasda untuk esok hari harus tampil berdampingan dengan stand-stand gajah lainnya termasuk dengan pavilion Indonesia.  sungguh tidak terasa waktu telah menujukan jam 2 dini hari, peserta baru menyelesaikan seluruh stand Dekranasda pada hal keesokan harinya jam 07:30 pagi peserta sudah harus siap karena acara pembukaan dimulai pada jam 08:30.

Stand Dekranasda dengan back ground seluruh aktivitas kegiatan Dekranasda berserta seluruh potensi tergambarkan melalui diaroma yang terpasang di booth partisi, tebaran potensi products creative sehingga pengunjung dengan mudah dapat melihat dan mengetahui tentang tebaran dan kegiatan organisasi Dekranasda, sedangkan layout stand dibagi menjadi beberapa bagian, ada bagian pembatikan, berserta bahan batik, bagian handicraft dari anyaman bambu, dan ladies accessories hiasan dari kerang,  bagian ceramic dan grabah dari Peleret, anyaman topi, bagian bambu dan angklung serta corner informasi tentang product wisata serta distinasi.

Booth Dekranasda mulai hari pertama pembukaan tgl 20 Mei 2016 telah diserbu oleh Buyer karena hari pertama tidak untuk public hanya untuk invited buyer yang diperbolehkan masuk, booth Dekranasda yang bertugas sangat kalang kabut karena hampir seluruh buyer yang hadir langsung ingin membeli products yang display sedangkan hari pertama tidak diperkenankan memjual hanya untuk exhibition and contact business B2B saja.

Booth Dekranasda Dibanjiri Pengunjung

DELEGATE_3

Hari ini pagi-pagi telah siap di lobby hotel, para putri tampilan dengan kebaya putri Sunda tampak begitu mepesona dan menawan yang kemaren telah disepakati bersama, esok hari akan berkebaya ria telah mempersiapkan diri untuk berperan dengan task masing di depan stand, para Srikandi Jawa Barat tampil dengan dress clothes fashion Sunda mampu menarik pengunjung apa lagi ditambah dengan accessories seperti tas ayaman kombinasi kulit dengan warna warni yang menyolok menjadi daya tarik tersendiri, booth Dekranasda seperti fashion window mempunyai daya magnetic menarik pengunjung untuk datang dan berphoto maupun ber-selfi dengan para putri Sunda dan Cepot memberikan welcome greeting yang dimainkan oleh kang Hendra menambah semarak, ditambah dengan cemilian khusus dibawa dari Bandung,

Di hari pertama Booth Dekranasda berhasil melakukan transaksi business dengan para perajin yang ikut dan atau dibawa oleh Dekranasda Jawa Barat dengan penampilan products Keramik, / grabah dari Pleret Purwakarta, Batik dan Anyaman dari Tasikmalaya serta kerajinan tangan dari bahan laut seperti kerang-kerang atau kulit mutiara. serta bambu [ angklung ] semuanya diserbu dan ingin melakukan transaksi business dengan para perajin. hari ini lebih dari 40 buyer berhasil di jaring dalam kegiatan di pameran ini. semua buyer yang datang ke booth berkeinginan langsung membeli baik untuk pribadi maupun untuk contoh / sample. dan hari pertama memang tidak diadakan direct selling hanya Exhibition.

Suara angklung yang mengeluarkan nada gelobang magnetic mampu memikat pengunjung, sehingga pengunjung datang berkerumun berusaha mencoba mengoyangkan angklung dan meresa aneh mampu mengeluarkan nada dan memiliki irama tangga naga yang belum pernah mereka dengar dan lihat dan baru menemukan di stand Dekranasda pada hari pertama pembukaan, sambil mencicipi cemilan seperti dodol dari Garut, Pisang Saleh, serta Kripik Oncom dan Pangsit, hampir tiada yang tidak ada yang tidak mencoba dan bahkan menanyakan dijual tidak,  Angklung yang tadinya dibawa hanya untuk display dipaksa oleh pengunjung agar bersedia menjualnya.

Handicraft dan Booth Dekranasda Menarik

DEKRANASDA JAWA BARAT2

Hari kedua karena pada hari pertama semua tidak diperkenankan melakukan direct selling kerena hari pertama adalah hari untuk B2B sehingga pada hari pertama para buyer yang datang pun tidak dapat melakukan direct buy dan hanya melakukan dealing atau exchange product, dan baru hari kedua dan ketiga di buka untuk publik dapat datang menyaksikan pameran yang diselenggarakan oleh Beijing International Tourism Expo 2016 ini

HENDRA_CEPOT_2Pagi ini sampai ke venue sedikit terlambat karena factor traffic jump ternyata Beijing kini pun sudah mengalami permasalahan terhadap padatnya lalu lintas, pada hal seluruh delegasi Dekranasda sudah berusaha berangkat pagi karena tahu hari ini adalah pameran dibuka untuk public B2C, tapi apa boleh dikata kondisi traffic mengatakan lain. Setiba di Booth ternyata pengunjung telah berkerumun di booth no A 33 yaitu booth Dekranasda sehingga ketika booth dibuka dan masih mau menata kembali sudah tidak sempat, karena pengunjung sudah tidak tahan ada yang ingin membeli angklung, batik, tas serta accessories lainnya. sehingga diputuskan agar mengeluarkannya sedikit-sedikit disamping yang di display, karena khawatir besok sudah tidak ada products yang dapat ditampilkan.

Hari ini kenapa lebih meriah lagi karena akang-akangnya semuanya memakai traditional dresser, dengan bertampilan hitam-hitam – dengan ikatnya, sehingga disamping harus melayani yang mau beli, akang-akang harus melayani pula yang minta berphoto apalagi kang Hendra dengan puppet / wayang cepot yang dimainkannya sehingga semua berkeinginan berphoto dengan Kang Hendra dengan Cepot-nya.  Hari ini semua barang ludes habis sehingga tas yang ditangan bu Momi Gustiar Kurniadi pun terpaksa diminta dan barang-barangnya dalam tas harus dikeluarkan – hari ini adalah hari Kang Hendra dan bu Momi, betul-butul dua orang ini menjadi trendsetter bagi pengunjung, keduanya betul-betul ber-fashion ria, karena apa yang mereka pegang pasti mau di beli

Keunikan booth Dekranasda mampu menghipnotis para buyer dan pengunjung dengan melakukan selfi dan photo bareng dengan para delegasi dari Dekranasda Jawa Barat, selain para putri mempergunakan kebaya khas Jawa Barat, suguhi icip-icip pula finger food khas Jawa Barat seperti dodol Garut, pisang sale,kripik pangsit sehingga mempbuat pengunjung betah berlama-lama di booth Dekranasna sambil memilih-milih barang yang diinginkan, baik sebagai cendramata atau sample. selain para buyer handicraft tidak luput para tour operator berdatangan selain mencari informasi tentang pariwisata juga mereka diberikan beberapa cenderamata geratis, dan sebagian mereka tanya kalau group mereka datang ke Jawa Barat dimana mereka bisa dapat barang-barang seperti yang dipamerkan.

Mengunjungi Central Handicraft

Sesuai dengan amanah ibu ketua Dekranasda Dr. Hj Netty Prasetiyani kepada delegasi yang berangkat ke pameran BITE 2016 agar dapat mengunjungi ke Centra Cendramata ketika berkunjung ke Beijing, guna memenuhi amanah tersebut sehingga hari ini peserta membagi tugas kembali, ada yang masih harus bertugas menjaga stand pameran dan mengikuti penutupan event BITE 2016 yang akan diadakan pada jam 13:30, akhirnya delegasi dibagi menjadi 2 bagian satu yang bertugas di stand dan satu groupnya meninjau central handicraft

The Most Creative Booth Award BITE 2016

Hari ke 3 merupakan hari terakhir pameran; tetap begitu banyak pengunjung dan stand Dekranasda masih dikerumuni, sehingga barang-barang yang display diserbu habis untuk membelinya, dan bahkan ada yang tidak percaya bahwa barang yang dibawa sudah tidak ada, seperti angklung dan ladies hand bag maupun topi anyaman, pot dan patung buatan pleret, bahkan yang rusak pun yang tidak dikeluarkan pengunjung masih mau membelinya pada hal sudah diberitahu ada cacat.

IDA-TERIMA-TROPIAkhirnya pada jam 11:30 stand Dekranasda didatangi panitia dan memberitahu stand Dekranasda di nominasi akan mendapatkan award, dan tepat pada jam 13:30 ibu Ida Mahmudah Misran yang mendapt tugas menjaga stand menghadiri acara penutupan dan akhirnya dipanggil naik ke panggung menerima Most Creative Booth and Products Award acara diadakan di Venue Domestic di Hall 5. Sungguh tidak menduga bahwa tadinya semua delegate merasa khawatir stand Dekranasda dan products yang dibawa tidak akan mendapat perhatian oleh pengunjung pameran, ternyata berkat kepiawan dan group efficiency serta self efficiency rombongan yang berangkat mampu menarik perhatian tidak saja oleh pengunjung juga oleh panitia penyelenggara.  Pada acara penutupan akhirnya Dekranasda dipanggil untuk naik ke panggung menerima The Most Creative Booth Award BITE 2016 yang diterima oleh Ida Mahmudah mewakili Dekranasda Jawa Barat

Share with:

FacebookTwitterGoogleTumblrStumbleUponLinkedInPinterestDigg


Categories

About the Author:

Teamwork makes the dream work, but a vision becomes a nightmare when the leader has a big dream and a bad team.

One Comment

Leave a Reply

Translate »